E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Investor Behavior Following Stock Split Announcements: Evidence from Indonesian Stock Exchange During 2020 - 2023 Okta Eka Putra. Alya Zadidah Sopyan. Tegar Ryanto Wibowo. Raden Rima Sinta Noor Indah Manajemen. Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Informatika dan Bisnis Indonesia Email: oktaeka@unibi. allyaazs57@gmail. tegar9604@gmail. radenrimasinta@gmail. Diterima: 15 April 2025 Diterima Setelah Revisi: 21 April 2025 Dipublikasikan: 24 April 2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan harga saham sebelum dan sesudah peristiwa stock split, serta untuk mengevaluasi respons pasar terhadap perubahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan komparatif. Pengamatan dilakukan selama periode jendela 3 hari sebelum dan 3 hari sesudah pemecahan saham pada perusahaan - perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020 Ae 2023. Data diperoleh dari sumber terpercaya seperti BEI dan Investing. com yang telah diverifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 28 perusahaan yang dianalisis, 20 perusahaan mengalami respons positif, 7 perusahaan mengalami respons negatif, dan 1 perusahaan tidak menunjukkan perubahan signifikan setelah stock split. Respons positif umumnya terjadi pada perusahaan di sektor yang mengalami peningkatan permintaan selama pandemi, seperti sektor kesehatan. Kesimpulannya, dampak stock split bervariasi tergantung pada sektor industri, di mana sektor tertentu seperti kesehatan menunjukkan respons pasar yang lebih menguntungkan selama pandemi. Kata Kunci: Stock Split. Market Reaction. Public Companies. COVID-19. Sectoral Impact Abstract This study aims to analyze the difference in stock prices before and after a stock split event, and to evaluate the market response to these changes. This study uses a comparative approach. Observations were made during a 3-day window period before and 3 days after the stock split in companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) for the period 2020-2023. Data was obtained from trusted sources such as IDX and Investing. com which have been verified. The results of the study showed that out of 28 companies analyzed, 20 companies experienced a positive response, 7 companies experienced a negative response, and 1 company showed no significant change after the stock split. Positive responses generally occurred in companies in sectors that experienced increased demand during the pandemic, such as the health sector. In conclusion, the impact of stock splits varies depending on the industry sector, with certain sectors such as health showing a more favorable market response during the pandemic. Keywords: Stock Split. Market Reaction. Public Companies. COVID-19. Sectoral Impact Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 PENDAHULUAN Tahun 2020 merupakan tahun yang sangat fluktuasi di Indonesia. Indonesia juga menghadapi pandemi COVID-19. Pandemi ini telah mengubah dan mempengaruhi beragam aspek kehidupan dan kebijakan, bukan hanya di bidang kesehatan, namun juga di bidang sosial, politik, maupun ekonomi. Di bidang mengalami resesi akibat dampak pandemi COVID-19. Namun, meskipun pasar modal Indonesia juga sempat terpuruk, pasar modal tetap menunjukkan ketahanan dan pemulihan secara bertahap. Pemulihan pasar modal didukung oleh kebijakan stimulus dari pemerintah dan Bank Indonesia, serta oleh pemulihan sektor-sektor tertentu yang beradaptasi dengan kondisi pasar yang Pasar modal Indonesia menunjukkan dinamika yang signifikan selama periode 2020 hingga 2023, dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi dan global. Pada awal tahun 2020, pandemi COVID-19 memberikan tekanan besar terhadap pasar modal, ditandai dengan penurunan tajam pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Penelitian oleh Bash . mencatat bahwa pandemi menyebabkan volatilitas pasar yang tinggi dan mengurangi kepercayaan investor secara global. Namun, dengan adanya kebijakan stimulus fiskal dan moneter dari pemerintah, pasar modal perlahan mulai pulih (Fauziah et al. , 2. Selama periode tersebut, pasar modal Indonesia juga mencatatkan peningkatan partisipasi investor ritel secara signifikan. Studi oleh Wahyudi dan Susanto . menunjukkan bahwa jumlah investor ritel meningkat lebih dari 50% pada 2021 dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh kemudahan akses melalui platform digital. Selain itu, survei yang dilakukan oleh Firmansyah dan Santoso . menemukan bahwa generasi milenial mendominasi investasi di pasar modal, terutama pada saham dan reksadana. Kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memperkuat perlindungan investor, seperti implementasi fitur e-IPO, turut meningkatkan minat masyarakat berinvestasi (Hadi & Prasetyo, 2. Dengan lonjakan pembelian obligasi oleh investor asing yang dilaporkan oleh Putri et al. , pasar modal Indonesia menunjukkan daya tarik yang semakin kompetitif dalam skala internasional. Stock split adalah tindakan korporasi di mana perusahaan membagi sahamnya menjadi beberapa bagian dengan tujuan menurunkan harga per lembar saham tanpa mengubah total kapitalisasi pasar. Alasan utama perusahaan melakukan stock split adalah untuk meningkatkan likuiditas saham dan membuatnya lebih terjangkau bagi investor ritel. Menurut Kurniawan dan Santosa . , stock split dilakukan dengan tujuan untuk menurunkan harga saham yang dianggap terlalu tinggi, sehingga membuat saham lebih terjangkau dan menarik bagi investor ritel. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi pasar, khususnya investor individu, yang cenderung tertarik dengan harga saham yang lebih rendah. Prasetyo dan Setyawan . juga menyatakan bahwa stock split dapat berfungsi sebagai strategi untuk meningkatkan likuiditas saham dengan meningkatkan jumlah saham yang beredar, yang pada gilirannya dapat memperluas basis investor dan memperbaiki dinamika perdagangan saham. Menurut Wijaya dan Raharjo . , dampak dari stock split terhadap kinerja saham seringkali ditunjukkan dengan adanya peningkatan volume perdagangan jangka pendek dan potensi untuk menciptakan persepsi positif di pasar, meskipun efek jangka panjangnya terbatas. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Pratama . , stock split dapat mempengaruhi likuiditas saham, namun tidak selalu berdampak pada nilai perusahaan (Sutrisno, 2. Dalam konteks pasar Indonesia, stock split sering kali meningkatkan volume perdagangan saham karena investor ritel cenderung tertarik dengan harga saham yang lebih terjangkau setelah split (Ramadhan. Namun, di sisi lain, riset yang dilakukan oleh Fitrani . menyebutkan bahwa dampak terhadap harga saham jangka panjang relatif kecil, dan lebih banyak dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kondisi makroekonomi. Penelitian oleh Hidayat . juga menekankan bahwa stock split di Indonesia cenderung lebih banyak dipicu oleh strategi perusahaan untuk menarik perhatian Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 investor daripada perubahan fundamental perusahaan itu sendiri. Dengan demikian, meskipun efeknya tidak seragam, stock split sering kali menjadi strategi yang efektif dalam menciptakan nilai tambah bagi investor. Sumber: Hasil olah data oleh peneliti . Gambar 1. Rata Ae Rata Harga Saham Sebelum dan Sesudah Stock Split Grafik 1 menunjukkan bahwa harga saham rata-rata 28 perusahaan mengalami penurunan setelah melakukan stock split, menurun dari 1. 743,81 menjadi 1. 561,98. Temuan ini konsisten dengan penelitian yang dilakukan oleh Yuniartini dan Sedana . , yang menunjukkan bahwa stock split memiliki dampak signifikan pada harga saham, menghasilkan perbedaan yang mencolok sebelum dan setelah stock split. Penelitian serupa oleh Rohim . juga mengidentifikasi perbedaan signifikan pada harga saham setelah perusahaan melakukan stock split, baik dalam jangka pendek . ima har. maupun jangka menengah . iga har. setelah stock split. Secara umum, stock split dilakukan untuk meningkatkan likuiditas saham dengan menurunkan harga per lembar saham, sehingga meningkatkan keterjangkauan bagi investor ritel. Meskipun harga per lembar saham menurun, nilai investasi total investor tetap tidak berubah karena kenaikan proporsional dalam jumlah saham yang dimiliki. Selain itu, penelitian Yuniartini dan Sedana . menunjukkan bahwa stock split tidak memiliki pengaruh signifikan pada aktivitas volume perdagangan, seperti yang diukur oleh metrik volume perdagangan. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun terjadi penurunan harga saham per lembar setelah stock split, tidak ada kenaikan signifikan dalam volume perdagangan. Oleh karena itu, meskipun stock split dapat meningkatkan keterjangkauan dan potensi meningkatkan likuiditas, dampaknya pada harga saham dan volume perdagangan dapat bervariasi sesuai dengan persepsi investor dan kondisi pasar yang berlaku secara keseluruhan. Namun hal tersebut dapat dilihat jika pasar optimis, stock split akan meningkatkan sentimen positif terhadap nilai saham, sementara jika pasar sedang bearish atau pasar negatif, dimana pasar diprediksi akan terus melemah dan menunjukan angka penurunan harga saham yang terus melemah. Maka dampak yang harus dihadapi oleh perusahaan tidak sebesar yang diharapkan dengan rencana dalam melakukan stock split. Stock split merupakan strategi yang digunakan perusahaan untuk membagi nilai nominal saham menjadi jumlah yang lebih besar, dengan tujuan meningkatkan likuiditas dan menarik lebih banyak investor. Dalam konteks penelitian terkini, banyak studi yang berfokus pada analisis dampak Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 stock split terhadap harga saham, likuiditas, dan persepsi investor. Sebelum stock split, penelitian menunjukkan bahwa perusahaan sering kali mengalami peningkatan volatilitas harga saham. Investor mungkin mengantisipasi potensi penguatan harga setelah split, yang sering kali memicu Metrik seperti volume perdagangan juga sering meningkat, mencerminkan minat yang lebih besar dari investor. Setelah stock split, banyak studi mencatat adanya efek positif pada harga Penelitian menunjukkan bahwa saham yang mengalami split cenderung mengalami peningkatan harga dalam beberapa bulan setelahnya, sering kali akibat dari meningkatnya minat investor ritel. Selain itu, likuiditas saham juga meningkat, memungkinkan transaksi yang lebih mudah dan efisien. Namun, tidak semua penelitian sepakat tentang manfaat jangka panjang dari stock Beberapa studi menunjukkan bahwa meskipun ada lonjakan harga awal, efek ini bisa bersifat sementara, dan saham mungkin kembali ke tren sebelumnya setelah periode tertentu. Secara keseluruhan, dalam penelitian stock split mencerminkan dinamika kompleks antara keputusan perusahaan, reaksi pasar, dan perilaku investor. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi hasil jangka panjang setelah stock split, serta perbedaan dalam dampaknya di berbagai industri dan kondisi pasar. Fenomena stock split pada periode 2020 Ae 2023 tersebut terjadi karena adanya ketidakstabilan ekonomi akibat dari pandemi COVID-19, yang membuat beberapa perusahaan melakukan stock split untuk menarik respon positif dari investor untuk melakukan pembelian terhadap saham. Investor percaya bahwa pemecahan saham akan menghasilkan kenaikan harga saham serta dapat menghasilkan return yang lebih (Jay. Dengan pernyataan tersebut, penelitian ini dilakukan agar mengetahui hasil dari sebelum dan sesudah dilakukannya stock split pada masa pandemi, apakah perusahaan yang melakukan stock split memberikan dampak signifikansi terhadap nilai saham. Serta melihat peningkatan likuiditas dan minat investor dalam time series yang dapat mendorong harga saham. KAJIAN PUSTAKA Stock split merupakan salah satu bentuk aksi korporasi yang sering dilakukan oleh perusahaan publik dengan tujuan untuk mempengaruhi persepsi pasar dan meningkatkan aksesibilitas saham di kalangan investor ritel. Fenomena ini terus menjadi perhatian dalam literatur keuangan karena pengaruhnya terhadap nilai saham, volume perdagangan, serta persepsi investor. Dalam konteks global, terutama pasca pandemi COVID-19, banyak perusahaan memilih untuk melakukan stock split sebagai strategi meningkatkan likuiditas saham serta menyesuaikan dengan dinamika pasar yang Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dampak stock split di berbagai perusahaan publik selama periode 2020 Ae 2023. Oleh karena itu, penting untuk memahami teori dan konsep mengenai stock split agar dapat memperkuat landasan teoritis dan analitis penelitian. Konsep Dasar Stock Split Stock split adalah tindakan perusahaan membagi saham yang beredar menjadi jumlah yang lebih besar dengan menurunkan harga per saham secara proporsional. Misalnya, dalam stock split 2for-1, setiap saham lama akan diganti menjadi dua saham baru dengan harga setengah dari harga Tujuan utama dari aksi ini adalah meningkatkan likuiditas, memperluas basis investor, dan menjadikan saham lebih terjangkau, khususnya bagi investor individu (Gitman & Zutter, 2. Secara teoritis, stock split tidak mengubah nilai fundamental perusahaan karena tidak ada perubahan dalam arus kas, aset, atau ekuitas pemegang saham. Namun, banyak penelitian menunjukkan bahwa tindakan ini bisa mempengaruhi persepsi pasar dan mengakibatkan perubahan harga saham dalam jangka pendek (Brealey. Myers & Allen, 2. Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Teori Signaling dan Asimetri Informasi Menurut teori signaling (Ross, 1. , manajemen perusahaan menggunakan stock split sebagai sinyal bahwa perusahaan berada dalam kondisi yang sehat dan optimistis terhadap pertumbuhan di masa depan. Stock split dianggap sebagai isyarat positif terhadap ekspektasi arus kas dan kinerja perusahaan. Dalam konteks ini, tindakan stock split sering dikaitkan dengan pengurangan asimetri informasi antara manajemen dan investor. Ketika manajer memiliki informasi privat tentang prospek yang lebih baik di masa depan, stock split digunakan untuk menyampaikan informasi tersebut secara tidak langsung kepada publik (Baker. Gallagher & Morgan, 2. Teori Harga Optimal dan Nominal Price Illusion Teori harga optimal . ptimal price theor. menyatakan bahwa perusahaan memiliki preferensi terhadap harga saham yang berada dalam rentang tertentu. Ketika harga saham terlalu tinggi, perusahaan melakukan stock split untuk mengembalikan harga ke kisaran yang dianggap optimal. Teori ini berkaitan dengan fenomena nominal price illusion, di mana investor cenderung lebih tertarik pada saham dengan harga nominal lebih rendah, meskipun nilai riilnya tidak berubah (Fama. Fisher. Jensen & Roll, 1. Reaksi Pasar dan Abnormal Return Salah satu cara umum untuk mengevaluasi dampak stock split adalah melalui studi peristiwa . vent stud. , dengan menganalisis abnormal return. Banyak studi menemukan adanya abnormal return positif di sekitar waktu pengumuman stock split, yang menunjukkan bahwa pasar merespon informasi tersebut secara signifikan (Ikenberry. Rankine & Stice, 1996. Ge et al. , 2. Dalam periode 2020 Ae 2023, muncul bukti bahwa pasar tetap bereaksi terhadap pengumuman stock split, meskipun dalam beberapa kasus, reaksi tersebut dipengaruhi oleh kondisi makro ekonomi seperti inflasi, suku bunga, dan ketidakpastian pasar akibat pandemi. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan pada perusahaan-perusahaan yang melakukan stock split dan terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan investing. com periode 2020 Ae 2023. Pemilihan lokasi di Bursa Efek Indonesia ditetapkan karena perusahaannya yang terbuka sehingga memudahkan dalam memperoleh data yang diperlukan, selain itu data-data yang dipublikasikan juga lebih akurat karena terseleksi dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Objek penelitian ini adalah mengenai perbedaan harga saham terakhir sebelum dan harga saham terakhir sesudah terhadap peristiwa stock split . emecahan saha. pada perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2020 Ae 2023 dalam penelitian ini menggunakan pendekatan komparatif. Variabel ini akan diamati selama periode jendela 3 hari sebelum dan 3 hari sesudah pemecahan saham. Populasi dapat bersifat sangat luas, mencakup berbagai elemen yang memiliki kesamaan dalam hal sifat atau kondisi yang ingin dianalisis. Dalam penelitian, penting untuk mendefinisikan populasi dengan jelas agar hasil yang diperoleh dari sampel . agian dari populasi yang diambil untuk dianalisi. dapat digeneralisasi dan mencerminkan keadaan yang lebih besar atau keseluruhan. Dalam konteks penelitian ilmiah, populasi merujuk pada seluruh objek atau elemen yang menjadi subjek penelitian dan memenuhi kriteria tertentu yang relevan dengan topik yang sedang diteliti. Dalam penelitian ini terdapat sejumlah 28 perusahaan yang melakukan stock split pada sumber yang valid untuk dijadikan sampel. Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Penelitian ini juga menggunakan berbagai instrumen atau alat pengumpulan data untuk mendapatkan hasil yang valid dan representatif seperti pada website Bursa Efek Indonesia dan Pada penelitian ini digunakan juga software yaitu dengan menggunakan Microsoft Excel sebagai alat pengolahan data seperti return saham dan rata - rata saham, serta SPSS Versi 27 sebagai software statistik yang digunakan untuk analisis data statistik. SPSS menyediakan berbagai alat untuk mengolah, menganalisis, dan menyajikan data dalam melakukan uji normalitas untuk melihat data tersebut apakah normal atau tidak agar kesimpulan yang diambil akurat dan tidak melanggar asumsi normalitas, setelah uji normalitas tersebut dilakukan dapat dilihat dari output yang Penelitian dilanjutkan dengan melihat hasil dari uji normalitas tersebut, ketika hasil menunjukkan data tersebut normal maka akan dilakukan dengan uji Paired sampel T-test yaitu uji statistik yang digunakan untuk membandingkan rata-rata dua kelompok yang saling terkait atau Uji ini digunakan ketika kita mengukur dua kondisi yang berbeda pada sampel yang Sedangkan ketika dalam uji normalitas memperlihatkan hasil yang tidak normal maka penelitian dilanjutkan dengan Non parametric yaitu metode statistik yang digunakan untuk menganalisis data yang tidak memenuhi asumsi dasar dari uji parametrik, seperti normalitas Uji non-parametrik tidak mengandalkan asumsi distribusi data tertentu. Uji selanjutnya yang dilakukan merupakan uji Wilcoxon Signed-Rank dengan membandingkan dua kelompok berpasangan atau dua pengukuran yang diambil dari satu kelompok yang sama, yang data aslinya tidak memenuhi asumsi normalitas. Data kuantitatif yang telah diperoleh melalui laporan keuangan, seperti data sekunder yang dapat di akses dari Bursa Efek Indonesia dan investing. com untuk melihat data yang lebih relevan terkait informasi tanggal pengumuman dan pelaksanaan stock split yang dilakukan oleh perusahaanperusahaan yang menjadi sampel pada penelitian ini. Dengan menggunakan data yang tersedia di situs tersebut, menjadikan data sampel yang akan digunakan memiliki hasil yang tervalidasi. Sampel yang dipilih berdasarkan kriteria tertentu untuk mewakili karakteristik dari populasi secara Dalam penelitian ini data yang telah dikumpulkan menggunakan metode pendekatan purposive sampling. Berdasarkan penelitian maka kriteria yang terpilih untuk sampel yang digunakan yaitu : Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode penelitian. Perusahaan yang mengumumkan secara resmi untuk melakukan stock split pada rentan waktu 2020 Ae 2023. Data perusahaan yang dapat di akses dari website resmi BEI, atau Investing. Data berikut diperoleh dari website investing. com yang memberikan sumber valid terkait data yang akan digunakan dalam penelitian ini, dengan melihat perusahaan mana saja yang melakukan stock split dan data lainnya seperti harga sebelum melakukan dan setelah melakukan stock split untuk mengetahui apakah ada perubahan atau tidak selama periode 2020- 2023: Tabel 1. Daftar Harga Saham Sebelum dan Sesudah Perusahaan yang melakukan Pemecahan Saham (Stock Spli. Kode Perusahaan Before After DIGI BELL 140,33 SIDO 782,33 FAST 208,33 258,33 141,67 UNILEVER Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Kode Perusahaan Before After AMOR 316,67 413,33 SCMA 299,33 DIVA 351,67 243,33 HEALTH 163,33 196,67 GOOD 359,33 STRG 123,33 ERA 527,67 504,33 EMTK 898,33 BYAN 028,33 TPIA 310,33 323,33 EKAD 284,67 294,33 JTPE 243,33 271,33 MILIA 559,33 576,67 HOMI 533,33 SOHO 593,33 ASDM 510,33 SKLT 419,67 368,67 EDGE 901,67 MAPA 726,67 TCID 037,67 050,33 TMAS 288,33 289,33 SMDR 426,67 SKRN 462,67 743,81 561,98 RATA - RATA Setelah data tersebut diperoleh, dilanjutkan dengan menghitung rata Ae rata dari keseluruhan pada harga sebelum dilakukannya stock split dan harga setelah dilakukannya stock split pada seluruh Dari hasil rata Ae rata tersebut sudah dapat dilihat dari perbedaan nilai yang dihasilkan oleh perhitungan yang digunakan oleh excel. HASIL DAN PEMBAHASAN Menurut Sugiyono . , uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah variabel terikat dan variabel bebas berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data yang kita miliki dapat dianggap mengikuti distribusi normal, yang sering kali menjadi asumsi dasar dalam banyak analisis statistik, seperti uji t, regresi linear, dan analisis varians. uji normalitas membantu dalam memastikan bahwa data memenuhi asumsi penting untuk analisis statistik yang lebih lanjut. Berikut adalah hasil uji normalitas pada perusahaan- perusahaan go public yang melakukan stock split : Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Tabel 2. Hasil Uji Normalitas Rata-rata Harga Saham Sebelum dan Sesudah Peristiwa Pemecahan Saham (Stock Spli. Tests of Normality Statistic Before Stock Split Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk Sig. Statistic After Stock Split Lilliefors Significance Correction Sig. Sumber: Hasil olah data . Berdasarkan hasil uji normalitas menggunakan metode Kolmogorov-Smirnov, diperoleh nilai signifikansi (Asymp. Sig. ) dari sebelum melakukan stock split sebesar 0,01, yang dimana (< 0,. dan hasil setelah melakukan stock split memperoleh hasil 0,200 yang dimana ( > 0,. data setelah melakukan stock split terlihat normal, namun jika salah satu tidak normal maka data penelitian dianggap tidak normal. Sehingga pengujian hipotesis pada Stock Split berikutnya akan menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test. Uji Wilcoxon merupakan uji non-parametrik yang digunakan untuk membandingkan dua kelompok data berpasangan. Uji ini digunakan ketika data tidak memenuhi persyaratan distribusi normal, membandingkan hasil uji pra-intervensi dan pascaintervensi Tabel 3. Hasil Uji Wilcoxon pada Harga Saham Sebelum dan Sesudah Perusahaan melakukan Pemecahan Saham (Stock Spli. Ranks Mean Rank Sum of Ranks Negative Ranks Positive Ranks Ties Total After Stock Split < Before Stock Split After Stock Split > Before Stock Split After Stock Split = Before Stock Split Before Stock Split 2020 Ae 2023 After Stock Split 2020 - 2023 Sumber: Hasil olah data . Berdasarkan pada hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan hasil bahwa dari seluruh total 28 perusahaan Go Public yang melakukan stock split pada periode 2020 Ae 2023, terhadap berbagai macam perbedaan hasil. Dalam data tersebut ada 7 perusahaan yang menunjukkan penurunan harga saham (Negative Ran. dengan nilai rata Ae rata penurunan sebesar 13. 43, terdapat 20 perusahaan yang mengalami peningkatan terhadap harga saham (Positive Ran. dengan rata Ae rata peningkatan sebesar 14. 20, serta terdapat 1 perusahaan yang menunjukkan hasil yang seimbang (Tie. yang berartikan perusahaan tersebut tidak mengalami perubahan dari sebelum ataupun sesudah dilakukannya stock split. Dalam hasil tersebut, dapat terlihat bahwa hasil dari dilakukannya stock split memberikan hasil lebih banyak perusahaan mengalami peningkatan harga saham dibandingkan dengan penurunan harga saham. Dapat dilihat pada hasil mean rank memberikan hasil lebih besar pada positive rank dibandingkan dengan negative rank. Hal ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan rata Ae rata menunjukkan kenaikan harga saham pada perusahaan lebih tinggi dibandingkan dengan besarnya penurunan harga saham. Untuk memastikan apakah perubahan ini signifikan secara statistik, maka dengan itu langkah selanjutnya yaitu diperlukan memeriksa nilai pEconomics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Value dari hasil Wilcoxon Test Statistic sebagai prosedur untuk menentukan apakah suatu hipotesis benar atau salah. Tabel 4. Uji Statistik pada hasil Harga Saham Sebelum dan Sesudah Perusahaan melakukan Pemecahan Saham (Stock Spli. Sumber: Hasil olah data . Hasil Uji Wilcoxon Signed Rank Test pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan baik pada harga saham sebelum dan sesudah stock split pada periode 2020 Ae 2023. Berdasarkan pada hasil uji statistik tersebut menunjukkan signifikansi 0,022, yang lebih kecil daripada 0,05 . ,022 < 0. Sehingga terdapat perbedaan yang signifikan rata- rata harga saham relatif sebelum dan sesudah stock split. Hasil dari penelitian uji Wilcoxon Signed Rank menunjukkan bahwa ada sebagian perusahaan pada periode tahun 2020- 2023 mengalami penurunan harga saham, namun ada juga perusahaan yang mengalami peningkatan namun tidak signifikan. Pada 28 perusahaan yang menjadi sampel, sebanyak 7 perusahaan mengalami penurunan dengan men rank 43, sedangkan 20 perusahaan lainnya mengalami peningkatan dengan mean rank sebesar 14. dan 1 perusahaan mengalami ties. Dimana rank positif menunjukkan bahwa sebagian besar observasi menunjukkan peningkatan nilai setelah stock split, yang mengindikasikan potensi pengaruh positif terhadap kinerja harga saham setelah tindakan tersebut dilakukan. Sementara itu, rank negatif mencerminkan observasi yang mengalami penurunan setelah stock split, meskipun jumlahnya lebih sedikit dibandingkan dengan rank positif. Adanya ties, yaitu nilai yang tidak mengalami perubahan antara dua periode, menunjukkan bahwa tidak semua saham terpengaruh oleh stock split dalam hal pergerakan harga. Namun, jika dilihat dari hasil uji statistik menunjukkan bahwa hasil yang signifikan. Berdasarkan nilai signifikansi dua arah . -taile. sebesar 0,022, yang berarti nilai p yang diperoleh lebih kecil dari tingkat signifikansi yang umumnya digunakan, yaitu 0,05. Hal ini dapat menjadikan dampak positif bagi beberapa perusahaan, meskipun itu tidak signifikan. Secara keseluruhan, temuan ini memberikan bukti empiris yang mendukung hipotesis bahwa stock split memiliki dampak positif terhadap harga saham perusahaan, yang bisa menjadi pertimbangan strategis bagi manajer dan investor dalam pengambilan keputusan terkait corporate actions. Hal tersebut karena adanya beberapa faktor yang membuat investor tidak memberikan respon positif pada perusahaan yang telah melakukan stock split tersebut, dimana pada periode tersebut terjadi penurunan perputaran ekonomi yang membuat para investor mempertimbangkan lebih dalam terkait saham yang akan dipilih sebagai instrumen investasinya, pada periode tersebut investor lebih tertarik dengan investasi pada sektor kesehatan. Dalam penelitian ini menemukan bahwa meskipun banyak perusahaan melakukan stock split sebagai strategi untuk meningkatkan likuiditas saham dan respon positif dari investor namun hasil Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 terhadap tindakan ini cenderung tidak signifikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengumuman stock split tidak selalu diikuti dengan lonjakan harga saham atau reaksi pasar yang positif. Hal ini bertentangan dengan pandangan umum sebelumnya yang menyatakan bahwa stock split dapat menciptakan efek psikologis positif dengan membuat harga saham lebih terjangkau dan menarik bagi investor ritel. Sebaliknya, dalam periode ini, banyak investor yang tampaknya tidak merespons secara signifikan terhadap pengumuman tersebut, yang menunjukkan bahwa faktor-faktor lain, seperti kondisi ekonomi global atau sentimen pasar yang lebih luas, mungkin lebih dominan dalam mempengaruhi keputusan investasi mereka. Salah satu penelitian yang relevan dengan temuan ini adalah, meskipun secara historis stock split sering dikaitkan dengan peningkatan harga saham, dalam periode 2020-2023, banyak investor tidak melihat stock split sebagai sinyal positif yang dapat mempengaruhi kinerja saham jangka panjang (Smith, 2. Selain itu, investor lebih fokus pada fundamental perusahaan dan prospek masa depan ketimbang hanya mengikuti pengumuman stock split, yang lebih sering dianggap sebagai langkah kosmetik tanpa dampak yang berarti terhadap nilai saham (Johnson, 2. Temuan ini menunjukkan bahwa pasar telah berkembang, dan investor semakin memperhatikan serta mempertimbangkan faktor-faktor yang lebih substansial daripada sekedar tindakan pembagian saham untuk menilai potensi suatu perusahaan. Penelitian mengenai stock split menunjukkan hasil yang beragam terkait kinerja saham perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Artini dan Sedana . menemukan bahwa stock split berdampak signifikan terhadap harga saham, namun tidak mempengaruhi aktivitas volume perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. Selanjutnya. Aulia . mengidentifikasi adanya perbedaan signifikan dalam trading volume activity sebelum dan sesudah stock split, meskipun tidak ditemukan perbedaan signifikan pada abnormal return dan volatilitas harga saham. Penelitian lain oleh Zuhri dan Novitasari . menunjukkan bahwa stock split tidak berpengaruh pada abnormal return. Namun berpengaruh negatif pada volume perdagangan saham dan berpengaruh positif pada harga saham, temuan mengindikasikan bahwa dampak stock split terhadap kinerja saham dapat berbeda-beda tergantung pada kondisi perusahaan dan periode waktu yang diteliti. Sementara itu, dalam penelitian ini mengungkapkan adanya peningkatan pada beberapa sektor saham yang sudah mulai berkembang pada tahun berikutnya setelah dilakukan stock split, hasil penelitian sejalan dengan penelitian Zuhri dan Novitasari . , yang menunjukkan tidak adanya abnormal return dan dalam penelitian ini menyatakan bahwa adanya pengaruh positif pada perusahaan dengan sektor Ae sektor tertentu, sektor secara signifikan yaitu pada sektor kesehatan. Hal tersebut dinyatakan karena pada penelitian ini periode yang dianalisis pada saat terjadinya pandemi, yang dimana sektor kesehatan menjadi perhatian penting bagi seluruh masyarakat. SIMPULAN Penelitian ini mengungkapkan bahwa peristiwa stock split memberikan dampak signifikan terhadap harga saham perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2020Ae2023. Analisis komparatif menunjukkan adanya kenaikan harga saham yang lebih dominan, menandakan respons pasar yang lebih positif terhadap stock split di industri tertentu. Selain itu, volatilitas harga saham cenderung menurun setelah pelaksanaan stock split, terutama pada perusahaan dengan kapitalisasi pasar besar. Temuan lain menunjukkan bahwa likuiditas saham meningkat secara signifikan pasca-stock split. Hal ini mengindikasikan bahwa stock split tidak hanya mempengaruhi persepsi investor terhadap nilai saham tetapi juga meningkatkan aktivitas perdagangan. Secara keseluruhan, hasil penelitian mendukung hipotesis bahwa stock split berfungsi sebagai sinyal positif bagi pasar dan dapat meningkatkan daya tarik investasi dalam jangka pendek hingga menengah. Economics Professional in Action (E-Profi. E-Profit e-ISSN: 2686-1461 p-ISSN: 2686-1453 Volume 7 No. 1 April 2025 Namun demikian, efek tersebut bervariasi antar sektor industri dan dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti kondisi ekonomi makro dan sentimen pasar global. Penelitian ini juga memberikan wawasan berharga mengenai dampak stock split di Bursa Efek Indonesia, batasan-batasan tertentu harus diperhatikan, seperti keterbatasan data pada periode tertentu dan variabilitas respon pasar terhadap stock split. Penelitian di masa depan harus fokus pada analisis jangka panjang pasca stock split dan mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi kinerja saham, yang berpotensi meningkatkan pemahaman kita tentang efektivitas stock split dan memberikan informasi bagi kebijakan perusahaan serta strategi investasi. Penggunaan stock split dalam penelitian lanjutan diharapkan dapat dikembangkan dengan membandingkan perusahaan tidak hanya domestik, tetapi juga mencakup berbagai negara dengan pasar saham yang berbeda, seperti pasar berkembang dan pasar maju. Dengan demikian, penelitian dapat memperlihatkan bagaimana peraturan, kondisi ekonomi, dan karakteristik pasar mempengaruhi hasil dari stock split. DAFTAR PUSTAKA