Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2023, pp. 008 Ae 015 EDUKASI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN DI POSYANDU MELATI 4 KURANJI Dian Febrida Sari1. Hidayatul Hasni2. Delvi Hamdayani3. Farina Marta4. Marcella Putri5. Mayyang Santola Rifa6. Fernando Alfukon7. Engli Permai8. Natasya Putri Amelia9 1,5,6 Prodi D i Kebidanan STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang 2,3,7,8,9 Prodi S1 Keperawatan STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang 4 Staf Administrasi Akademik STIKes MERCUBAKTIJAYA Padang E-mail korespondensi: dfsahdi@gmail. Article History: Received: 29 November 2023 Revised: 1 Desember 2023 Accepted: 13 Desember 2023 Kata Kunci: stunting, 1000 HPK, ibu hamil, edukasi Abstrak: Latar Belakang: Periode pertama 1. 000 hari kehidupan adalah periode sensitif karena dampaknya bagi bayi. Penyebab stunting adalah faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita, terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan antenatal care, postnatal care, kurangnya akses kepada makanan bergizi dan kekurangan pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan masa kehamilan, serta setelah ibu melahirkan. Metode: Diperlukan edukasi pencegahan stunting pada ibu hamil di Posyandu Melati 4 Kuranji dengan metode ceramah menggunakan alat bantu slide dan leaflet untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang upaya pencegahan stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2022 Hasil: Terlihat peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang edukasi pencegahan stunting mencapai 100%. Abstract: Background: The first 1,000 days of life is a sensitive period because of its impact on the baby. The causes of stunting are poor nutrition experienced by pregnant women and children under five, limited health services including ante-natal care, post-natal care, lack of access to nutritious food and lack of knowledge of mothers regarding health and nutrition before and during pregnancy, as well as after mother give birth to. Method: Stunting prevention education is needed for pregnant women at Posyandu Melati 4 Kuranji using a lecture method using slides and leaflets to increase pregnant women's knowledge about efforts to prevent stunting in the First 1000 Days of Life. This activity was carried out on December 1, 2022 ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2023, pp. 008 - 015 Keywords: stunted, 100 first day of life, pregnant woman. Results: It was seen that the increase in pregnant women's knowledge about stunting prevention education reached 100%. Pendahuluan Periode pertama 1. 000 hari kehidupan adalah periode sensitif karena dampaknya bagi bayi selama periode ini. Dampak akan permanen dan tidak dapat diperbaiki (Wati et al. , 2. Stunting merupakan gangguan tumbuh kembang disebabkan oleh gizi buruk (Supatmi, 2. Stunting adalah masalah gizi yang bersifat kronis karena menjadi salah satu keadaan malnutrisi yang memiliki hubungan dengan tidak tercukupinya zat gizi dimasa lalu. Pengukuran stunting dilakukan dengan membandingkan tinggi atau panjang badan, umur dan jenis kelamin balita. Kondisi stunting ini sulit disadari di masyarakat karena kebiasaan tidak mengukur tinggi atau panjang badan balita. Karena hal ini stunting adalah salah satu fokus untuk target perbaikan gizi di dunia (Sutarto et al. , 2. Data World Health Organization (WHO) menunjukkan bahwa secara global terdapat 149,2 juta anak atau sekitar 22% dibawah usia 5 tahun menderita stunting. Kasus ini dapat meningkat karena kendala dalam mengakses pola makan bergizi dan layanan gizi esensial selama pandemi COVID-19. Dari kasus stunting secara global tersebut Wilayah Asia berkontribusi menyumbang sebanyak 79 juta kasus stunting atau sekitar 21,8% dari kasus stunting dunia (UNICEF et al. , 2. Dari Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 diketahui proporsi stunting di terdapat 24,4% dari jumlah anak di bawah usia 5 tahun di Indonesia, dan stunting pada anak di bawah usia 5 tahun di Provinsi Sumatera Barat diketahui sebanyak 23,3% (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, 2. Penyebab stunting adalah faktor gizi yang buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita, terbatasnya layanan kesehatan termasuk layanan ante natal care, post natal care, kurangnya akses kepada makanan bergizi dan kekurangan pengetahuan ibu mengenai kesehatan dan gizi sebelum dan masa kehamilan, serta setelah ibu melahirkan (Kementrian Desa, 2. Faktor gizi ibu sebelum dan selama kehamilan merupakan penyebab tidak langsung yang memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin. Ibu hamil dengan gizi kurang akan menyebabkan janin mengalami Intrauterine Growth Retardation (IUGR), sehingga bayi akan lahir dengan kurang gizi, dan mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan (Wati et al. , 2. Pencegahan stunting dapat dimulai dari awal kehamilan terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) (Arnita et al. , 2020. Nurfatimah et al. , 2. harus dilakukan agar dapat menurunkan kejadian stunting pada anak. Kejadian stunting dapat terjadi pada masa kehamilan dikarenakan asupan gizi yang kurang saat hamil, pola makan yang tidak sesuai, serta kualitas makanan yang rendah sehingga mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan (Nurfatimah et al. , 2. Cara pencegahan stunting diantaranya memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil (Supatmi, 2. Pencegahan stunting juga dapat dilakukan dengan meningkatkan pengetahuan ibu tentang sikap dan perilaku seorang ibu dalam mencegah stunting. Untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu tersebut dapat dilakukan dengan pemberian makanan tambahan, vitamin A, dan tablet tambah darah pada ibu hamil dan balita, dan pemahaman orangtua tentang pengasuhan yang tepat (Arnita et al. , 2. ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2023, pp. 008 - 015 Keaktifan ibu hamil dalam melakukan pemeriksaan Ante Natal Care (ANC) juga adalah hal yang penting untuk menilai keadaan kesehatan ibu dan janin pada awal ANC juga dapat mencegah komplikasi yang tidak diinginkan selama kehamilan, mencegah kematian ibu dan anak, meningkatkan kesehatan ibu dan bayinya, untuk membina hubungan suami, istri dan anak yang baik. Asuhan antenatal mendorong interaksi keluarga dan ikatan keluarga (Nurfatimah et al. , 2. Hasil penelitian Anggraini et al. menemukan ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan Ibu hamil sebelum dan sesudah intervensi menggunakan media audio visual dengan p value 0,001 . < 0,. dan ada perbedaan yang signifikan antara sikap Ibu hamil sebelum dan sesudah intervensi menggunakan media audio visual dengan p value 0,004 . < 0,. Hasil penelitian diatas sejalan dengan penelitian Juwita et al . ditemukan bahwa promosi kesehatan tentang stunting menggunakan flipchart dapat meningkatkan pengetahuan sebesar 1,3 kali dibandingkan dengan media leaflet. Promosi kesehatan menggunakan flipchart dapat meningkatkan sikap sebesar 1,54 kali dibandingkan dengan media leaflet. Artinya dalam penelitian ini media promosi kesehatan menggunakan flipchart lebih efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap dalam pencegahan stunting pada 1. 000 hari pertama kehidupan dibandingkan dengan media Mitra dalam kegiatan PKM ini adalah Posyandu Melati 4 Kuranji. Survei awal yang telah dilakukan kepada kader manyampaikan bahwa pada kelurahan Kuranji terdapat 25 orang balita stunting. Kader juga menyampaikan saat ini terdapat 15 orang ibu hamil. Dari 15 ibu hamil ditemukan 4 orang mengalami KEK dan 2 orang dengan usia berusia >35 tahun. Dari fakta dan fenomena di atas, maka penulis memiliki solusi permasalahan adalah dengan memberikan edukasi pencegahan stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan. Metode Pelaksanaan Berdasarkan analisa situasi dan permasalahan mitra diatas, upaya yang akan dilakukan tim adalah edukasi pencegahan stunting pada 1000 HPK. Sasaran utama dari program ini adalah ibu hamil. Untuk menjabarkan langkah kegiatan adalah sebagai Tabel 1. Solusi Permasalahan Mitra Kegiatan Tujuan Aktifitas Pemeriksaan Mengetahui kondisi C Pemeriksaan berat badan Kesehatan ibu C Pemeriksaan tinggi badan C Pengukuran lingkar lengan C Pemeriksaan Tekanan Darah C Pemeriksaan kadar Hb Deteksi ibu hamil Mendeteksi ibu Pengisian skor Poedji Rochjati risiko tinggi hamil yang berisiko tinggi melahirkan bayi stunting ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2023, pp. 008 - 015 Pre tes dan postes Mengetahui tingkat tentang stunting stunting sebelum Edukasi Memberikan pengetahuan pada stunting pada 1000 HPK Peserta mengisi link google C Presentasi slide edukasi pencegahan stunting C Pembagian pencegahan stunting Hasil Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan pada tanggal 1 Desember 2022 di Mushalla Baiturrahim RW 07 Kelurahan Kuranji Kecamatan Kuranji Kota Padang. Kegiatan dimulai dengan pemeriksaan Kesehatan pada ibu hamil, skrining risiko tinggi pada ibu hamil, pengisian kuesioner . , dilanjutkan dengan pemberian edukasi tentang pencegahan stunting pada 1000 HPK dan diakhiri dengan pengisian kuesioner kembali . Karakteristik ibu hamil Sebelum pemeriksaan kesehatan ibu hamil, dilakukan pengumpulan data subjektif dan objektif dengan mengecek buku KIA yang dibawa oleh semua ibu Berikut adalah karakteristik ibu hamil: Tabel 2. Karakteristik ibu hamil Variabel Frekuensi Persentase Umur 21-30 tahun 31-40 tahun 40-50 tahun Pendidikan Dasar Menengah Tinggi Jumlah Anak Status Pekerjaan Bekerja Tidak Bekerja Deteksi dini ibu hamil (Skor Poedji Rochjat. Kehamilan risiko rendah Kehamilan risiko tinggi Kehamilan risiko sangat tinggi ISSN: 2797-3239 (ONLINE) doi: https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Desember, 2023, pp. 008 - 015 Pada tabel diatas dapat dilihat bahwa Sebagian besar ibu hamil . %) berusia 21-30 tahun, namun ditemukan 1 orang . %) ibu hamil dengan usia berisiko. Sebagian besar ibu hamil . %) memiliki tingat pengetahuan menengah. Lebih dari separuh . %) merupakan kehamilan pertama. Dan juga ditemukan Sebagian besar ibu hamil . %) tidak bekerja. Hasil skrining ibu hamil menggunakan Skor Podji Rochjati dutemukan 2 orang . %) ibu hamil dengan kehamilan risiko tinggi dan 2 orang . %) dengan kehamilan risiko sangat tinggi. Pre-test dan Post-test Pre-test dilakukan setelah semua ibu hamil melakukan pemeriksaan Hal ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dan pengetahuan awal ibu hamil tentang stunting. Pretes dan postes dilakukan dengan memberikan pertanyaan dan peserta mengisi pada kuesioner yang telah disediakan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dikemas dalam google form. Materi yang dites berupa pengetahuan dan pemahaman ibu hamil tentang pencegahan stunting. Tabel 3. Peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan setelah diberikan edukasi pencegahan stunting Pretes Postes Pertanyaan Benar % Salah % Benar % Salah % Diskusi