Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 ARTIKEL RISET Perbedaan Berat Badan Bayi Usia 6-12 Bulan dengan Pijat Tui Na Ida Ayu Putu Pradya Kirana Yoga . Made Widhi Gunapria Darmapatni. Sri Rahayu. 1,2,3 Jurusan Kebidanan. Poltekkes Kemenkes Denpasar. Indonesia Corespondensi: dayu. kirana@gmail. ABSTRAK Pijat Tui Na merupakan salah satu metode terapi komplementer yang berasal dari pengobatan tradisional Tiongkok dan telah banyak digunakan sebagai alternatif untuk membantu meningkatkan nafsu makan serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi. Peningkatan nafsu makan yang optimal diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kenaikan berat badan bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan berat badan bayi usia 6Ae12 bulan sebelum dan sesudah pemberian Pijat Tui Na di Yayasan Bali Baby Home. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain one group pre-test post-test. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 24 bayi yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan dilakukan di Yayasan Panti Asuhan Bali Baby Home. Gianyar. Intervensi Pijat Tui Na diberikan sebanyak empat kali pertemuan dalam kurun waktu satu bulan. Pengukuran berat badan dilakukan sebelum intervensi dan setelah setiap sesi pijat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata berat badan bayi pada pretest sebesar 7,35 kg yang termasuk dalam kategori berat badan rendah. Setelah pemberian intervensi, rata-rata berat badan bayi pada posttest I. II, dan i mengalami peningkatan berturut-turut menjadi 7,83 kg, 8,03 kg, dan 8,36 kg. Analisis data menggunakan uji paired t-test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara berat badan sebelum dan sesudah pemberian Pijat Tui Na . < 0,. Disimpulkan bahwa Pijat Tui Na berpengaruh signifikan terhadap peningkatan berat badan bayi. Oleh karena itu. Pijat Tui Na dapat direkomendasikan sebagai salah satu bentuk asuhan komplementer yang aman dan mudah diterapkan oleh tenaga kesehatan, institusi pendidikan, serta masyarakat. Kata kunci: Pijat Tui Na. Berat Badan. Bayi ABSTRACT Tui Na massage is a complementary therapy method originating from traditional Chinese medicine and has been widely used as an alternative approach to help increase appetite and support the growth and development of infants. Optimal improvement in appetite is expected to have a positive impact on infant weight gain. This study aimed to analyze the differences in body weight of infants aged 6Ae12 months before and after the administration of Tui Na massage at the Bali Baby Home Foundation. This study employed a quantitative method with a one-group pre-test post-test design. The sample consisted of 24 infants selected based on inclusion criteria and was conducted at the Bali Baby Home Orphanage. Gianyar. The Tui Na massage intervention was administered in four sessions over a onemonth period. Body weight measurements were taken before the intervention and after each massage session. The results showed that the mean infant body weight at pretest was 7. 35 kg, which was categorized as low body weight. Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 Following the intervention, the mean body weight at posttest I. II, and i increased sequentially to 7. 83 kg, 8. 03 kg, 36 kg, respectively. Data analysis using the paired t-test indicated a statistically significant difference in infant body weight before and after the Tui Na massage intervention . < 0. It can be concluded that Tui Na massage has a significant effect on increasing infant body weight. Therefore. Tui Na massage can be recommended as a safe and easily applicable complementary care intervention for healthcare providers, educational institutions, and the Keywords: Tui Na Massage. Body Weight. Baby Fokus PENDAHULUAN Masa bayi merupakan tahap penting dalam perkembangan seseorang. Karena pada periode ini masa kritis karena anak sangat peka terhadap lingkungannya dan disebut masa emas karena masa ini sangat singkat serta tidak dapat terulang kembali sehingga membutuhkan perhatian khusus (Sari. Proses tumbuh kembang anak dipengaruhi oleh faktor-faktor internal dan eksternal. Salah satu terpenting setelah pemenuhan gizi, yang memiliki pengaruh besar terhadap tumbuh kembang anak, terutama pada awal kehidupan sejak lahir hingga usia 12 bulan (Fauzi dkk. , 2. Meninjau krusialnya periode bayi pada proses tumbuh kembang anak. Kementerian Kesehatan mengeluarkan laporan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) melakukan pemetaan terhadap kondisi nutrisi anak balita, termasuk isu seperti stunting, wasting, underweight, dan overweight beserta faktor-faktor Penelitian peningkatan risiko stunting sebesar 1,6 kali lipat pada bayi usia 6-12 bulan, dari 13,7% menjadi 22,4%. Sampel yang digunakan mencapai 334. anak bayi dan balita, dengan pengumpulan data yang menyebar di 486 kabupaten/kota di 33 provinsi di seluruh tanah air (SGGI, 2. Kementrian Kesehatan pemberian intervensi gizi pada anak usia 6 bulan Proses berlangsung melalui evaluasi antropometri yang mencakup penimbangan berat serta pengukuran panjang atau tinggi badan pada bayi. LILA (Lingkar Lengan Ata. dan lingkar kepala Data dikumpulkan melalui wawancara. Stunting menjadi sangat penting untuk ditanggulangi karena sangat berdampak pada tumbuh kembang anak. Selain menyebabkan perubahan fisik, stunting juga (Wulandari, 2. Berdasarkan hasil SSGI 2022, prevalensi balita stunted di Indonesia menunjukkan bahwa Provinsi Bali memiliki prevalensi stunted, yaitu 8,0%, sementara rata-rata nasional adalah 21,6%. Kabupaten Gianyar di Provinsi Bali menunjukkan peningkatan prevalensi stunting dari 5,1% di tahun 2021 menjadi 6,3% pada 2022 menurut SSGI. Namun, data EPPGBM Februari 2023 melaporkan penurunan prevalensi menjadi 4% dengan jumlah Hal mengindikasikan perlunya upaya bersama untuk menekan angka stunting di wilayah ini. Sebagai hasilnya, target prevalensi stunting yang ditetapkan Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 oleh Kabupaten Gianyar untuk tahun 2024 adalah dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan sebesar 2,96%3,4 (EPPGBM, 2. seperti stunting (Mutika dkk, 2. Upaya yang telah dilakukan pemerintah stunting di Tumbuh kembang bayi dapat didukung Kabupaten secara optimal melalui pemenuhan gizi dan Gianyar yaitu melakukan gerakan cegah dan Penelitian lain menyatakan bahwa tangani Stunting. Pencanangan Satu Desa Satu stimulasi, seperti pijatan bayi, dapat mendukung PAUD cegah stunting, menggalakkan pemberian pertumbuhan yang optimal. Pijat bayi merupakan Tablet Tambah Darah serta disiplin melakkan posyandu balita. Kabupaten Gianyar menjadi salah maksimal otot, tulang, dan berbagai sistem organ satu kabupaten yang memiliki berbagai yayasan dalam tubuh (Pratami, 2. kemanusiaan yang menampung bayi dan balita juga Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor menjadi salah satu rintangan dalam pemenuhan aksi 369/MENKES/SK/i/2007 yang mengatur Standar pencegahan stunting di Gianyar. Yayasan Panti Profesi Bidan menyatakan bahwa bidan berperan Asuhan yang bergerak aktif untuk mengoptimalkan dalam pemantauan dan peningkatan perkembangan proses tumbuh kembang bayi dan balita yang serta pertumbuhan bayi dan anak. Surat Keputusan dititipkan di sana adalah Yayasan Panti Asuhan Salah satu metode alternatif yang dapat Bali Baby Home. Kendati demikian terdapat 8 dari dilakukan untuk mendukung tumbuh kembang bayi 10 bayi mengalami kesulitan kenaikan berat badan, adalah Pijat Tui Na. Pijat Tui Na merupakan teknik menurunnya nafsu makan, mudah lelah dan terlihat pijat terfokus yang digunakan untuk mengatasi lesu yang menjadi satu indikasi kekurangan gizi kesulitan makan pada bayi melalui pengaktifan pada anak. titik-titik meridian tubuh. Mekanisme metode ini Pemberian stimulasi dalam kegiatan harian mencakup optimalisasi peredaran darah dalam terstruktur menjadi salah satu upaya stimulasi rutin limpa dan saluran makanan dengan menerapkan yang dilakukan untuk memperbaiki tumbuh versi modifikasi dari prinsip akupunktur yang tidak kembang bayi dan balita di Yayasan Bali Baby menggunakan jarum, sehingga pijat ini cenderung Home. Terdapat 32 bayi yang diasuh dalam lebih sederhana daripada akupunktur konvensional. Yayasan Bali Baby Home yang terpantau dan sudah Menurut penelitian yang dilakukan ahli pada tahun terdaftar dalam posyandu setempat. Salah satu 2019. Pijat Tui Na yang dilakukan secara konsisten penyebab terhambatnya tumbuh kembang balita mampu memperbaiki nafsu makan pada bayi, disini adalah kurangnya tenaga kesehatan dalam sehingga membantu peningkatan berat badan pemberian asuhan tumbuh kembang bayi dan secara signifikan. Hasil serupa ditemukan oleh Keterbatasan sumber daya manusia dan penelitian Munjidah. Ekawaty, dan Suryati tahun pangan menjadi faktor resiko kekurangan gizi hal 2022, yang melaporkan adanya pengaruh signifikan ini bisa mengganggu proses tumbuh kembang anak antara Pijat Tui Na dan peningkatan berat badan Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 Bukti kondisi sehat, suhu tubuh antara 36,5 hingga 37,5 mengindikasikan adanya keterkaitan erat antara derajat Celsius, masih aktif bergerak, tidak pijat Tui Na dan pertumbuhan massa badan bayi mengantuk, dan belum diberikan makanan atau (Wulaningsih, 2. minuman, sedangkan bayi yang tidak memenuhi Ketertarikan kriteria tersebut termasuk dalam kelompok eksklusi permasalahan yang ada menjadi motivasi kuat yang terdaftar di Yayasan Panti Asuhan Bali Baby Home yang tidak kooperatif, serta bayi dengan Penulis melaksanakan penelitian lebih lanjut mengenai dampak Penelitian yang melibatkan 24 bayi berusia achondroplasia dan lainnya. Berdasarkan kriteria 6 hingga 12 bulan di Yayasan Panti Asuhan Bali tersebut, jumlah responden yang akan diteliti Baby Home. Gianyar, mengamati perubahan berat menjadi 24 responden bayi di Yayasan Panti badan sebelum dan sesudah diberikan pijat Tui Na. Asuhan Bali Baby Home. Gianyar. khususnya pada masa MPASI yang dimulai sejak usia 6 bulan. Autisme. PJB. Untuk mengukur pengaruh pijat Tui Na terhadap penambahan berat badan bayi, peneliti akan menganalisis perubahan berat bayi sebelum METODE dan sesudah penerapan pijat. Penelitian ini Jenis penelitian menggunakan pendekatan menggunakan desain quasi-eksperimental dengan satu kelompok yang dilakukan one group pre-test Penelitian ini dilaksanakan di post-test. Tes dilakukan sebanyak dua kali, yaitu Yayasan Panti Asuhan Bali Baby Home Kabupaten sebelum dan sesudah eksperimen. Test yang Gianyar. Penelitian ini telah dilaksanakan dari 22 dilakukan sebelum eksperimen pada kelompok Maret sampai dengan 14 April 2025. Penelitian intervensi (O. disebut pretest, sementara observasi sesudah eksperimen pada kelompok intervensi (O. dilakukan dengan sengaja memodifikasi keadaan disebut posttest. Selisih antara pengukuran O1 dan atau memberikan rangsangan kepada subjek yang O2 (O1 dikurangi O. dianggap sebagai dampak sedang dipelajari. Teknik sampling adalah teknik yang timbul akibat perlakuan atau intervensi yang yang digunakan menentukan sampel yang akan diberikan pada kelompok eksperimen. digunakan dalam penelitian (Sugiyono, 2. Instrumen Teknik sampling yang dipakai pada penelitian ini observasi yang berdasar pada hasil dokumentasi yakni purposive one group sampling. Besar sampel dalam Lembar Catatan Hasil Pengukuran Berat dalam penelitian ini adalah bayi usia 6 sampai 12 Badan yang dicatat oleh peneliti saat pretest di bulan dari Yayasan Panti Asuhan Bali Baby Home pertemuan pertama lalu dari hasil intervensi akan yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi dilakukan pengukuran posttest berat badan bayi per Kriteria inklusinya yakni bayi dengan minggu tercatat 3 kali dalam satu bulan dengan Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 menggunakan Lembar Catatan Hasil Pengukuran bulan sebanyak 6 bayi . %). Distribusi ini Berat menunjukkan bahwa mayoritas bayi yang terlibat yangdilakukan sesuai dengan SOP digunakan pula dalam penelitian berada pada usia mendekati 1 instrumen berupa daftar tilik pelaksanaan Pijat Tui tahun, yaitu usia 10Ae12 bulan. Hal ini sangat Na. penting untuk diperhatikan karena usia bayi Badan. Untuk Analisis data dilakukan menggunakan SPSS. berkaitan erat dengan perkembangan motorik. Dalam penelitian ini data berdistribusi normal sensorik, serta kemampuan kognitif yang menjadi landasan dalam intervensi yang diterapkan dalam bantuan program komputer menggunakan Uji normalitas Shapiro Wilk karena sampel kurang dari Sehingga teknik uji yang digunakan adalah uji menggunakan rumus "paired-sample t-testAy studi ini. Tabel 2. Distribusi Frekuensi Berat Badan Bayi (K. Sebelum Pemberian Pijat Tui Na Usia 6-12 Bulan Di Yayasan Panti Asuhan Bali Baby Home Komite Etik Poltekkes Kemenkes Denpasar telah memberikan persetujuan etik untuk penelitian ini dengan nomor DP. 02/F. xII. 25/158/2025. HASIL Berat Badan Bayi Sebelum Dipijat Min Max Mean 7,65 0,964 Tabel 1. Distribusi Frekuensi Jenis Kelamin dan Umur Bayi Usia 6-12 Bulan di Yayasan Panti Asuhan Bali Baby Home Variabel Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki Usia 6 bulan 7 bulan 8 bulan 9 bulan 10 bulan 11 bulan 12 bulan Penyajian data tabel 2. Dari distribusi data yang terlihat pada tabel di atas, rata-rata berat Frekuensi . Persentase (%) 70,83 29,17 4,17 12,50 8,33 12,50 15,67 20,83 badan bayi sebelum menerima pijat Tui Na adalah 7,65 kilogram, dengan berat terendah mencapai 6,0 kilogram dan berat tertinggi sebesar 9,8 kilogram. Mayoritas bayi sebelum pijat termasuk dalam kategori berat badan rendah atau berat badan tidak sesuai dengan usia dan jenis kelaminnya. Tabel 3. Distribusi Frekuensi Berat Badan Bayi (K. Setelah Pemberian Pijat Tui Na Usia 6-12 Bulan Di Yayasan Panti Asuhan Bali Baby Home Dari Tabel 1 berdasarkan data yang diperoleh, sebanyak 24 bayi yang menjadi subjek penelitian terdiri dari berbagai rentang usia antara 6-12 bulan. Dari hasil perhitungan, diketahui bahwa usia bayi terbanyak berada pada kategori 12 Berat Badan Bayi Sesudah Pijat Tui Min Max Mean Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 Minggu Minggu Minggu 7,837 0,944 0,934 8,367 0,912 Posttest 2 Posttest 3 0,966 0,957 0,577 0,375 Normal Normal Untuk mengevaluasi normalitas data dalam Shapiro-Wilk mengingat sampel terdiri dari 24 subjek (< . Penyajian data tabel 3. Setelah pemberian pijat Tui Na yang pertama (Posttest . , rata-rata berat badan naik menjadi 7,837 kilogram, dengan berat terendah tercatat pada 6,3 kilogram dan berat Hasil pengujian Shapiro-Wilk mengindikasikan bahwa data pretest dan ketiga posttest memiliki nilai signifikansi > 0,05 yang berarti seluruh data berdistribusi normal. tertinggi mencapai 10 kilogram. Peningkatan ini terus berlanjut setelah intervensi kedua (Posttest . menjadi 8,033 kg dengan berat badan paling rendah berada di angka 6,5 kilogram sedangkan nilai maksimal berat badan tercatat pada angka 10,2 Posttest 3 ditemukan berat badan rata- Gambar 1. Grafik Q-Q Plot Pretest dan Posttest Uji Normalitas rata mencapai 8,367 kilogram setelah intervensi Visualisasi melalui grafik Q-Q Plot juga ketiga (Posttest . pada minggu terakhir pemberian mendukung temuan ini. Dengan demikian, data intervensi ini diterapkan pada subjek dengan berat memenuhi syarat untuk dianalisis menggunakan uji badan terendah 7 kilogram dan berat badan statistik parametrik paired sample t-test, karena tertinggi mencapai 10,5 kilogram. Perbedaan berat asumsi normalitas telah terpenuhi. badan bayi dapat dilihat terjadi secara bertahap. Berat badan bayi dapat mengejar target berat badan normal sesuai dengan usia dan jenis kelamin bayi setelah diberikan intervensi Pijat Tui Na selama 4 kali pertemuan. Tabel 5. Hasil Uji T-test Berat Badan (K. Bayi Usia Bulan Mea Tabel 4. Hasil Uji Normalitas Data Pretest dan Post Test Berat Badan (K. Bayi Data Bulan Sebelum Setelah Pemberian Pijat Tui Na Di Yayasan Panti Prete Asuhan Bali Baby Home Variabel Pretest Posttest 1 Shappirowilk 0,978 0,974 Distribusi 0,846 0,758 Normal Normal Setelah Pemberian Pijat Tui Na Pasan Usia Sebelum Postt Std Sig Pret Postt Pret Postt Err 7,65 7,83 0,96 0,94 Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 Prete 7,65 8,03 0,96 0,93 adanya penolakan kuat terhadap hipotesis nol yang menganggap tidak ada perubahan berat badan stPostt setelah intervensi. Prete Hasil kenaikan berat badan yang signifikan 7,65 8,36 0,96 0,91 stPostt mengindikasikan bahwa intervensi pijat Tui Na pertambahan berat badan bayi usia 6-12 bulan dalam studi ini. Korelasi antara berat badan Dari tabel 5, terlihat bahwa hasil uji normalitas menunjukkan data terdistribusi secara Oleh sebab itu, analisis dilanjutkan dengan menggunakan uji Paired Samples T-Test. Hasil uji t mengindikasikan adanya perbedaan signifikan antara nilai pretest dengan setiap posttest. Nilai signifikansi (Sig. 2-taile. untuk ketiga pasangan (PretestAePosttest PretestAePosttest PretestAePosttest . tercatat 0,000, yang berarti lebih kecil dari 0,05Hasil analisis uji paired sample t-test menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam berat badan bayi usia 6-12 bulan setelah pemberian Pijat Tui Na. Berdasarkan perbandingan antara sebelum (Pretes. dan setelah intervensi (Posttest 1. Posttest 2, dan Posttest . , terlihat adanya peningkatan rata-rata berat badan bayi secara konsisten dan signifikan secara statistik. sebelum dan sesudah terapi pijat menunjukkan nilai yang sangat besar . erkisar antara 0,956 hingga 0,. menunjukkan adanya hubungan yang kuat dan positif. Posttest dinilai berdasarkan hasil ukur pada lembar observasi, di dapatkan nilai korelasi pada posttest 1 dimana keofisien korelasi . mendekati nilai 1 yang berarti memiliki korelasi positif yang kuat. Peningkatan berat badan bayi yang paling signifikan terlihat pada posttest 1 di pertemuan minggu kedua. Memiliki nilai korelsi yang hampir sama menandakan bahwa terjadi peningkatan berat badan yang konsisten di minggu ketiga dan keempat. Hal tersebut menandakan bahwa bayi yang awalnya memiliki berat badan lebih tinggi biasanya akan tetap memiliki berat Analisis statistik dengan uji paired samples t-test menghasilkan nilai signifikansi . -valu. PEMBAHASAN sebesar 0,00 untuk semua perbandingan (Pretest vs. Berat Badan Bayi Usia 6-12 Bulan Sebelum Posttest 1. Pretest vs. Posttest 2, dan Pretest vs. Pemberian Pijat Tui Na Di Yayasan Panti Posttest . Temuan mengindikasikan bahwa nilai Asuhan Bali Baby Home p-value jauh lebih rendah dari batas signifikansi Pijat Tui Na adalah terapi pijat tradisional 0,05, oleh karena itu perubahan rata-rata berat Tiongkok yang dipercaya mampu merangsang badan sebelum dan selepas terapi pijat Tui Na metabolisme dan meningkatkan nafsu makan, dinilai signifikan secara statistik. Oleh karena itu, sehingga berdampak pada pertambahan berat badan Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 Berdasarkan hasil pengukuran awal terhadap bayi usia 6Ae12 bulan di Yayasan Panti Asuhan Bali Temuan Baby Home, diperoleh data berat badan sebelum sebelumnya yang mengungkapkan bahwa anak intervensi pijat Tui Na. Pengukuran ini bertujuan sedang melewati fase transisi dari makanan lunak untuk mengetahui kondisi status gizi awal bayi ke makanan padat dan mulai memilih jenis sebelum diberikan perlakuan. Secara umum, berat makanan yang disukai. Oleh sebab itu, penurunan badan bayi pada usia 6Ae12 bulan merupakan nafsu makan pada anak dapat menyebabkan asupan indikator penting dalam memantau pertumbuhan. Berdasarkan pedoman WHO, berat badan yang berdampak pada masalah pertambahan berat badan dianggap normal bagi bayi berusia 6-8 bulan berada . ndriyani dkk, 2. Berat badan bayi yang tidak pada kisaran 7 sampai 8 kilogram, sementara untuk sesuai dengan target pertumbuhan dapat menjadi bayi usia 9-12 bulan berat badan normalnya indikator adanya permasalahan mendasar yang berkisar antara 9 hingga 10 kilogram. Dalam perlu diidentifikasi dan ditangani. Berbagai faktor penelitian ini, data awal menunjukkan bahwa bayi dapat memengaruhi laju pertumbuhan berat badan berusia 6-8 bulan memiliki berat badan rata-rata 6,8 bayi, mulai dari asupan nutrisi hingga kondisi kilogram sedangkan bayi berusia 9-12 bulan kesehatan tertentu. Pada masa awal kehidupannya, memiliki berat badan rata-rata 7,9 kilogram, maka bayi yang baru lahir sangat bergantung pada dari itu berat badan bayi di Yayasan panti Asuhan frekuensi dan durasi menyusu. Bayi pada usia 6-8 Bali Baby Home sebelum diberikan intervensi Pijat minggu pertama idealnya menyusu setiap 2-4 jam. Tui Na berada dalam kategori berat badan rendah Frekuensi menyusu yang tidak adekuat dapat (Ceria , 2. berkontribusi pada kurangnya asupan kalori yang Berbagai faktor yang beragam bisa menjadi dibutuhkan untuk pertumbuhan. 10 Teknik menyusu yang kurang tepat dapat menghambat bayi karakteristik responden yang berada dalam yayasan mendapatkan ASI secara efektif. Bagi bayi yang sosial yang memiliki berbagai kendala seperti tidak mendapatkan ASI eksklusif, pemilihan dan kurangnya stimulasi, asupan gizi yang tidak persiapan susu formula yang tidak sesuai juga dapat optimal, serta minimnya sentuhan atau interaksi menjadi masalah. Seiring bertambahnya usia, fisik mau pun emosional yang mendukung terutama setelah enam bulan, pemberian MPASI pertumbuhan seeta perkembangan bayi disini. yang kurang tepat dalam hal kualitas maupun Penemuan studi ini konsisten dengan laporan- laporan terdahulu yang menunjukkan bahwa pertambahan berat badan bayi (Mutika dkk, 2. sebanyak 72,22% bayi mengalami gangguan nafsu Selain faktor nutrisi, kondisi kesehatan makan serta kesulitan dalam menaikkan berat bayi juga memainkan peran penting dalam laju badan sebelum dilakukan pijat Tui Na (Fitriani, pertumbuhan berat badannya. Gangguan pada Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 sistem pencernaan, seperti diare kronis atau muntah Tui Na dapat memberikan dampak signifikan yang berulang, dapat mengganggu penyerapan terhadap pertumbuhan bayi. Pijat Tui Na berfungsi nutrisi penting. Masalah pada mulut atau saraf yang meningkatkan sirkulasi darah, merangsang sistem memengaruhi kemampuan menelan, gangguan pencernaan, dan membantu proses penyerapan metabolisme, masalah tiroid, hingga penyakit nutrisi lebih efisien. Selain perannya dalam jantung bawaan juga dapat menjadi penyebab berat menenangkan sistem saraf bayi, terapi pijat Tui Na badan bayi tidak sesuai target. Bahkan, bayi yang berperan dalam memperbaiki mutu tidur, sehingga lahir dengan berat badan rendah (BBLR) mungkin menunjukkan pola kenaikan berat badan serta perkembangan bayi secara optimal. Statistik pasca intervensi mengindikasikan kenaikan nilai rata-rata (Firdaus, 2. berat badan dibandingkan saat sebelum intervensi Di luar faktor nutrisi dan kesehatan. Hal ini mengindikasikan bahwa beberapa faktor lain juga dapat memengaruhi berat pemberian pijat Tui Na dapat dijadikan salah satu badan bayi. Jenis kelamin memperlihatkan bahwa bayi laki-laki cenderung memiliki berat badan yang meningkatkan status gizi dan pertumbuhan bayi sedikit lebih tinggi dibandingkan bayi perempuan. khususnya dalam peningkatan nafsu makan dan Selain itu, bayi dengan tingkat aktivitas yang tinggi kelelapan tidur yang berpengaruh pada peningkatan biasanya menggunakan energi lebih banyak. Faktor berat badan bayi, terutama bagi bayi yang berada psikologis ibu, kondisi ekonomi keluarga, dan dalam lingkungan asuhan atau institusi sosial. praktik pengasuhan anak yang kurang tepat juga Sesuai dengan teori yang ada, pijat Tui Na dapat memberikan dampak tidak langsung pada membantu perkembangan mental, fisik, dan sosial asupan nutrisi dan kesehatan bayi. Penting bagi anak dengan memberikan rangsangan positif orang tua untuk melakukan pemantauan rutin dan melalui pemijatan yang bertujuan melancarkan berkonsultasi dengan dokter anak jika terdapat saraf-saraf dan membuat tubuh terasa lebih rileks kekhawatiran mengenai laju pertumbuhan buah dan segar. Pijat ini juga berfungsi mengatasi hati mereka. Evaluasi medis yang komprehensif masalah makan pada balita dengan cara inovatif akan membantu mengidentifikasi penyebab pasti yang dapat meningkatkan nafsu makan, diharapkan dan memberikan intervensi yang tepat untuk membantu para ibu dalam menangani masalah memastikan tumbuh kembang bayi yang optimal makan anak (Hidayati, 2. (Firdausi, 2. Hasil ini mendukung riset terdahulu yang Hasil pengukuran menunjukkan adanya melaporkan berat badan rata-rata kelompok kontrol peningkatan berat badan pada sebagian besar bayi sebesar 11,5 kg sebelum mendapatkan terapi pijat setelah dilakukan pemberian pijat Tui Na secara Tui Na, sedangkan kelompok perlakuan pada hari Peningkatan ini menunjukkan bahwa pijat pertama atau sebelum pijat tercatat 11,2 kg. Pasca- Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 intervensi pijat Tui Na, berat badan kelompok konsumsi makanan dengan memperlancar aliran kontrol bertambah menjadi 11,7 kg, sementara darah melalui pendekatan akupunktur tanpa jarum kelompok eksperimen mengalami pertambahan yang telah dimodifikasi, menggunakan tekanan sekitar 11,8 kg. Terapi pijat Tui Na menunjukkan pengaruh signifikan terhadap peningkatan berat Berdasarkan hasil penelitian, rata- badan, dengan lonjakan 0,6 kg pada kelompok rata berat badan pada kelompok kontrol sebelum eksperimen dan 0,2 kg di kelompok control pijatan tercatat 11,5 kg, sementara kelompok (Utamaningtyas, 2. eksperimen 11,2 kg. sesudah pemberian pijat Tui Pemberian pijat Tui Na dengan kenaikan Na, berat badan kelompok kontrol meningkat berat Pemberian pijat Tui Na kepada balita menjadi 11,7 kg dan kelompok eksperimen menghasilkan kenaikan berat badan yang lebih mencapai kira-kira 11,8 kg (Darwat, 2. Studi yang dilakukan oleh Wijayanti turut mendukung mendapatkan pijat. Studi yang dilakukan oleh gagasan tersebut dengan hasil bahwa terapi pijat Wijayati mengungkapkan bahwa mayoritas anak Tui Na sebanyak enam kali memberikan dampak balita mengalami kenaikan massa tubuh pasca positif dalam menaikkan berat badan anak balita. pijatan, menegaskan bahwa terapi pijat Tui Na Studi tersebut mendukung hasil riset sebelumnya efektif dalam membantu peningkatan berat badan yang memperlihatkan bahwa terapi pijat Tui Na 12 Oleh karena itu, penting untuk memperluas berperan signifikan dalam memperbaiki berat pengenalan pijat Tui Na kepada tenaga medis dan badan bayi. Namun, penelitian ini kurang lengkap keluarga sebagai alternatif intervensi bagi balita karena tidak mengukur frekuensi serta kebiasaan dengan masalah berat badan kurang atau nafsu makan anak balita. Di antara seluruh peserta bayi makan yang berkurang (Mutika, 2. Pratami tahun 2020 di pertambahan berat badan pasca terapi pijat. Posyandu wilayah Puskesmas Suradita terhadap 30 sedangkan 5% berat badannya tetap stabil. anak balita memperlihatkan pengaruh positif pijat Temuan studi menunjukkan bahwa pemberian pijat Tui Na terhadap kenaikan bobot tubuh, dengan pada bayi menghasilkan kenaikan bobot tubuh rata- kenaikan tertinggi sebesar 1,6 kilogram dan paling rata antara 5 sampai 20 persen, mengindikasikan rendah sejumlah 200 gram. 11 Berdasarkan hasil penelitian tersebut, selain pemberian makanan perkembangan berat badan bayi (Asniar, 2. tambahan di posyandu, terapi pijat Tui Na juga Studi ini mendukung hasil karya Asniar . dapat menjadi solusi efektif untuk membantu yang menegaskan manfaat terapeutik pijat Tui Na peningkatan berat badan balita yang berada di dalam merangsang nafsu makan dan pertumbuhan bawah garis merah (BGM). Teknik terapi pijat ini berat badan pada bayi, didukung oleh teori yang dirancang secara khusus guna mengatasi kesulitan menyebutkan bahwa pijatan tersebut menstimulasi Hasil studi Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 ujung-ujung Pemijatan dapat menyebabkan membran sel menjadi lebih yang sangat kuat antara pijat Tui Na dan kenaikan berat badan bayi (Fitriani, 2. permeabel, sehingga memudahkan pertukaran ion Perbedaan Berat Badan Bayi Usia 6-12 Bulan menyebabkan terwujudnya sinyal elektrik pada otot Sebelum dan Sesudah Pemberian Pijat Tui Na maupun saraf. Sinyal elektrik tersebut berlangsung Di Yayasan Panti Asuhan Bali Baby Home (N. dan kalium (K). Hasil pengukuran menunjukkan adanya kemudian memengaruhi fungsi organ, termasuk peningkatan berat badan pada sebagian besar bayi. stimulasi pada Nervus Vagus yang berdampak Penelitian ini mendukung hasil sebelumnta yang pada peningkatan menunjukkan berat badan rata-rata balita adalah pencernaan, mempercepat pengosongan lambung, 11,62 kg sebelum pijat Tui Na, yang kemudian sehingga bayi bertambah menjadi 11,81 kg setelah diberikan makannya meningkat sehingga berat badan naik pijat, sehingga terjadi peningkatan sebesar 180 dan pola makannya menjadi lebih baik (Fitriani. Terdapat bukti yang kuat bahwa pijat Tui Na memiliki efek yang signifikan dalam menaikkan Kondisi merasa lapar Hasil studi terdahulu menyatakan bahwa berat badan anak balita (Asniar,2. Dari Pijat Tui Na memiliki efek positif yang signifikan penelitian Pratami tahun 2020 di posyandu wilayah terhadap kenaikan berat badan bayi. Terapi pijat ini kerja Puskesmas, diperoleh data bahwa balita yang tidak hanya mendukung pertumbuhan fisik dan menerima pijat Tui Na menunjukkan kenaikan daya tahan tubuh, tetapi juga mengurangi tingkat berat badan rata-rata 0,6 kg, lebih besar dibanding stres, memperbaiki kebugaran otot, mempercepat kelompok kontrol yang hanya naik 0,2 kg, perkembangan sistem saraf dan otak, serta menegaskan peran pijat Tui Na sebagai intervensi menaikkan nafsu makan. Selain itu, pijat ini yang dapat meningkatkan pertumbuhan berat badan balita secara signifikan. Sesuai dengan teori, sehingga penyerapan nutrisi lebih optimal berkat penelitian terhadap 20 balita yang mengalami pengaruh saraf simpatis (Asih, 2. Dari hasil kekurangan gizi mencatat penelitian sebelumnya, diperoleh nilai korelasi uji- dilaksanakan intervensi kombinasi meliputi pijat t sebesar 0,984 dengan angka signifikansi 0,000. Tui Na dan pemberian tambahan nutrisi, berat yang lebih kecil dari =5%=0,005. Temuan ini badannya berkisar antara 7,9 kg sampai 10,1 kg mengindikasikan adanya dampak signifikan dari dengan rata-rata 9,010 kg (SD 0,7. Setelah pijat Tui Na terhadap pertambahan bobot tubuh menerima terapi tersebut, berat badan balita bayi, membuktikan bahwa pijat Tui Na efektif meningkat, dengan angka terendah 8,1 kg, tertinggi dalam meningkatkan berat badan bayi. Nilai 10,6 kg, dan rata-rata naik menjadi 9,300 kg (SD korelasi sebesar 0,984 menggambarkan keterkaitan 0,8. (Wulaningsih dkk, 2. keadaan sebelum Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 Perbedaan berat badan bayi sebelum dan berturut-turut mengalami pertumbuhan rata-rata setelah pijat Tui Na disebabkan oleh peningkatan berat badan dari 11,62 kg meningkat menjadi 11,81 nafsu makan dan perbaikan sistem pencernaan. kg dengan nilai p 0,000, membuktikan adanya Pijat Tui Na, yang merupakan teknik pijat perubahan signifikan pada berat badan sebelum dan tradisional Tiongkok, dapat merangsang nafsu sesudah pijatan. Pijat Tui Na diaplikasikan pada makan pada bayi, terutama jika mereka mengalami bagian tubuh khusus, seperti kaki, tangan, dan kesulitan makan. Selain itu, pijat ini juga dapat punggung, dengan tujuan untuk merangsang nafsu melancarkan peredaran darah ke limpa dan saluran makan melalui normalisasi fungsi pencernaan dan pencernaan, sehingga membantu bayi mencerna metabolisme, melalui penguatan titik lambung dan makanan lebih baik. Studi sebelumnya menyatakan Selain itu, pijatan mingguan selama satu bahwa berat badan rata-rata bayi yang berusia bulan juga dapat meningkatkan berat badan bayi antara 2 hingga 12 bulan sebelum diberikan sebesar 625 gram dan memperpanjang waktu intervensi terapi pijat adalah sebesar 6. 728,33 tidurnya sebanyak 74 menit (Asih, 2. Setelah bayi-bayi tersebut mendapatkan Memberikan perlakuan berupa terapi pijat, berat badan rata-rata memberikan manfaat berupa peningkatan berat mereka meningkat menjadi 7. 605 gram. 17 Studi badan bayi karena rangsangan pijatan pada bagian lainnya juga menunjukkan kondisi nafsu makan abdomen dapat memperlancar proses pencernaan pada balita yang berusia 3 hingga 5 tahun sebelum bayi (Munjidah dkk, 2. Tui diberikan terapi pijat. Hasil penelitian tersebut Berdasarkan pengalaman langsung peneliti memperlihatkan bahwa mayoritas balita, yaitu dari proses penelitian ini kelemahan dari penelitian sebesar 60,9%, berada dalam kategori nafsu makan ini yaitu tidak bisa mengontrol kondisi psikologis Namun, setelah balita-balita tersebut bayi yang tiba-tiba menangis atau tantrum saat akan diberikan intervensi terapi pijat, terjadi perubahan dilaksanakan masase atau saat menimbang berat di mana sebagian besar dari mereka, yaitu sebesar badan bayi. Kekurangan lain yang ditemukan 73,9%, berada dalam kategori nafsu makan baik. dalam penelitian ini adalah tidak semua variabel Selain itu, balita berumur 12 sampai 14 bulan yang dikendalikan dalam kriteria inklusi dan ekslusi menerima terapi pijat menunjukkan peningkatan terkait berat badan lahir bayi dan kondisi penyerta berat badan sebesar 0,6 kg setelah perlakuan bayi saat masih di dalam kandungan. Sebagai perbandingan, balita dengan SIMPULAN DAN SARAN rentang usia yang sama namun tidak diberikan Studi menunjukkan pijat Tui Na memiliki perlakuan terapi pijat hanya mengalami kenaikan dampak perbedaan yang signifikan terhadap berat badan sebesar 0,2 kg. 18 Studi yang dilakukan perubahan berat badan bayi sebelum dan setelah oleh Wulaningsih menunjukkan bahwa balita yang pemberian intervensi Pijat Tui Na dengan hasil mendapatkan pijat Tui Na selama enam hari peningkatan berat badan bayi secara signifikan Jurnal Berita Kesehatan : Jurnal Kesehatan. Vol. 18 No. 2 (Desember, 2. ISSN : Print : 2356 - 1068 Cetak : 2807 - 5617 sesuai dengan usia dan jenis kelamin bayi. Penelitian lebih lanjut terkait topik serupa masih diperlukan untuk mengetahui efektivitas dari pijat Tui meningkatkan upaya pencegahan keterlambatan tumbuh kembang pada bayi dan balita. Asih. Pijat Tui Na Efektif Dalam Mengatasi Kesulitan Makan Pada Anak Balita. Jurnal Keperawatan. Asniar. Pengaruh Pijat Tuina Terhadap Peningkatan Nafsu Makan Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Mataoleo. Jurnal Politeknik Kesehatan Kendari. Darwat, dan Novie A. Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Fun Cooking. Jurnal Ilmu Pendidik Citra Bakti. :157Ae66. DAFTAR PUSTAKA