ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. No. Pebruari 2021, hlm. p-ISSN 2721-4516 e-ISSN 2715-4432 Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Pencegahan COVID-19 di Desa Lebak Peniangan Lampung Dwi Wulandari1. Nia Triswanti2. Vera Yulyani3 Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati, wulandari12147@gmail. Departemen Biokimia Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati, dr. niatriswanti82@gmail. Departemen Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati, yulyani@malahayati. ABSTRAK Corona Viruses (CoV) menjadi perbincangan dari seluruh kalangan di Dunia sejak Desember 2019 hingga April 2021 masih menjadi topic permasalahan. Novel coronavirus . 9-nCoV) adalah jenis baru coronavirus yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia yang dapat menyebabkan penyakit mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). COVID - 19 dapat menyebar dari orang ke orang terutama ketika orang yang terinfeksi melakukan kontak dekat dengan orang lain. Salah satu upaya yang dapat dilakukan masyarakat untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 adalah pengetahuan dan pemahaman terkait COVID-19. Pengetahuan yang didapat tersebut dapat mendorong masyarakat untuk melakukan tindakan seperti mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan oleh pemerintah serta melakukan proteksi dasar yaitu menerapkan 3M dan 3T di masa pandemik COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan COVID-19 di Desa Lebak Peniangan Kecamatan Rebang Tangkas Way Kanan Provinsi Lampung. Peneliti menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi ditentukan berdasarkan kartu keluaraga yaitu sebanyak 1500 KK. Sampel diperoleh dengan menggunakan teknik Random sampling sebanyak 306 responden. Data penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetauan dan perilaku kemudian dianalisis menggunakan Uji Chi Square. Hasil Uji Chi Square menunjukkan bahwa nilai p value = 0,000 kurang dari p alpha= 0,005 yang artinya terdapat hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan COVID-19 di Desa Lebak Peniangan Kecamatan Rebang Tangkas Way Kanan Lampung Tahuj 2021. Penelitian juga menunjukkan bahwa pengetahuan responden tentang COVID-19 sebagian besar dalam kategori baik yaitu sebanyak 258 responden . 3%). Perilaku responden dalam upaya pencegahan COVID-19 sebagian besar dalam kategori cukup yaitu sebanyak 218 responden . 2%). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan responden dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada masyarakat. Masyarakat perlu menambah wawasan pengetahuan untuk meningkatkan perilaku pencegahan COVID-19. Kata kunci: COVID-19. Tingkat Pengetahuan. Perilaku Pencegahan COVID-19 ABSTRACT Relationship COVID-19 knowledge level with COVID-19 prevention behavior in Lebak Peniangan Village. Rebang Tangkas Way Kanan District. Lampung, 2021. Corona Virus (CoV) is an ongoing global talk of all circles in the world from December 2019 to April 2021, which is still a problematic topic. The novel coronavirus . 9-nCoV) is a new type of coronavirus that has never been previously identified in humans. It can cause illnesses ranging from the common cold to serious illnesses such as Middle East Respiratory Syndrome (MERS) and Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). COVID-19 can spread from person to person especially when an infected person is in close contact with another person. The knowledge gained can encourage people to take actions such as complying with health protocols recommended by the government and taking basic protection, namely implementing 3M and 3T during the COVID-19 pandemic. This study aimed to analyze the relationship between COVID-19 knowledge level and COVID-19 prevention behavior in Lebak Peniangan Village. Rebang Tangkas Way Kanan District. Lampung. This research was a quantitative study with a crosectional design. The population was determined based on family cards of 1500 households. The sample was obtained using a random sampling technique of 306 respondents. The researcher collected knowledge and behavior data using a questionnaire and analyzed using the Chi Square test. The result of Chi Square test on the respondent's knowledge and behavior showed p value = 0. <0. which means that there is a significant relationship between the level of knowledge and COVID-19 prevention behavior in Lebak Peniangan Village. Rebang Tangkas Way Kanan District. Lampung, 2021. The results showed that most of the respondents' knowledge about COVID-19 was in a good category with 258 respondents . 3%). The behavior of respondents in efforts to prevent COVID-19 was mostly in the moderate category with 218 respondents . 2%). From the research results, it can be concluded that there is a relationship between respondents' COVID-19 knowledge and COVID-19 prevention behavior in the community. The public needs to know more about COVID-19 to improve prevention behavior. Keywords: COVID-19. Knowledge Level. COVID-19 Prevention Behavior PUSLITBANG Sinergis Asa Professional. Jember ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. No. Pebruari 2021, hlm. *Korespondensi Author: wulandari12147@gmail. Dwi p-ISSN 2721-4516 e-ISSN 2715-4432 Wulandari. Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati. PENDAHULUAN Pada tanggal 30 Januari 2020 World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia telah menetapkan Corona Virus Disease-19 atau yang lebih dikenal dengan COVID-19 sebagai Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia. Pada tanggal 11 Maret 2020 akhirnya WHO resmi mengumumkan sebagai pandemik. Corona Virus adalah anggota besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan Corona virus jenis baru yang ditemukan pada manusia yang pertama kali muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus (SARS-COV. menyebabkan penyakit Coronavirus Disease2019. COVID - 19 dapat menyebar dari orang ke orang terutama ketika orang yang terinfeksi melakukan kontak dekat dengan orang lain. Penularan penyakit ini terjadi ketika orang yang terinfeksi bersin dan batuk dahak. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa aerosol dari patogen yang sangat ganas seperti (SARS CoV) dapat menularkan dengan jarak lebih dari enam Selain itu. Sebuah penelitian lain menemukan bahwa 27 dari 48 orang yang memiliki hasil tes positif adalah mereka yang tidak memiliki gejala atau asimtomatik, hasil ini menunjukkan bahwa orang yang tidak menunjukkan peran memainkan peran penting dalam penularan SARS-CoV-2. Salah satu upaya yang dapat dilakukan masyarakat untuk memutus rantai penyebaran COVID-19 adalah dengan melakukan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun, dan menjaga jarak satu meter dengan orang lain. Menurut juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Data yang ditemukan di Kotawaringin Barat pada bulan Mei 2020 dari 29 orang positif COVID-19, sebanyak 27 orang masih dalam masyarakatan dan 2 orang dinyatakan sembuh. Masyarakat mendapatkan sumber informasi dari media sosial, media massa tentang COVID-19. Berdasarkan wawancara dengan 10 orang warga, mereka dapat menjelaskan tanda gejala dan pencegahan COVID-19. Hasil observasi di kelurahan baru ditemukan 50% warga tidak menggunakan masker saat beraktifitas di luar rumah, terlihat kerumunan orang di pasar tanpa menjaga jarak dan 25% warga kelurahan baru dengan usia lansia. Dengan data tersebut pentingnya pemerintah untuk mengantisipasi kejadian penambahan kasus positif COVID-19. Pentingnya kesadaran dari masyarakat untuk memutus rantai penularan COVID-19. Pengetahuan dapat mempengaruhi suatu perilaku seseorang. Perilaku adalah suatu kemampuan individu untuk merespon stimulus atau suatu tindakan yang dapat dilihat dan memiliki frekuensi spesifik, durasi serta tujuan secara disadari atau tidak. Masyarakat perlu mengenal, mempelajari serta memahami segala aspek dari penyakit COVID-19 termasuk tanda Pada penelitian sebelumnya, pengetahuan masyarakat tentang COVID-19 dalam kategori baik . %) dapat mempengaruhi perilaku baik yaitu sebanyak . ,8%) daripada masyarakat dengan pengetahuan cukup hanya . %) menunjukkan perilaku cukup baik sebanyak . ,2%). Pengetahuan masyarakat tentang upaya pencegahan COVID-19 dengan deteksi dini, isolasi mandiri, menjaga jarak satu sama lain. Perlindungan dasar juga diperlukan seperti mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker, makanan bergizi seimbang, olahraga cukup dan menerapkan etika batuk yang baik dan benar memiliki peranan penting dalam mengantisipasi kejadian berulang. Kabupaten Way Kanan, pada tanggal 26 April saat ini memiliki total kasus terkonfirmasi positif sebanyak 128 orang, dengan jumlah kematian 5 orang, termasuk diantaranya Desa Lebak Peniangan Kecamatan Rebang Tangkas terdapat 3 orang terkonfirmasi positif dan 1 orang meninggal dunia. Hal ini dapat disebabkan karena masyarakat yang belum memiliki kesadaran untuk melaksanankan 3 M dan 3 T sesuai protokol kesehatan, mematuhi himbauan pemerintah untuk mengurangi intensitas keluar rumah serta kurangnya informasi seperti halnya COVID-19 pengetahuan masyarakat untuk melakukan pencegahan COVID-19. Oleh karena itu, penting dilakukan Pengetahuan dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Pencegahan PUSLITBANG Sinergis Asa Professional. Jember ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. No. Pebruari 2021, hlm. COVID-19 di Desa Lebak Peniangan Kecamatan Rebang Tangkas Way Kanan Lampung Tahun 2021. II. METODOLOGI Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti yaitu penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode analitik observasional. Studi potong lintang atau pendekatan Cross Sectional digunakan oleh peneliti karena independen, variabel dependen dan kasus yang terjadi pada objek penelitian didapatkan secara simultan atau serentak. Penelitian dilakukan di Desa Lebak Peniangan Kecamatan Rebang Tangkas Way Kanan Provinsi Lampung Tahun Populasi pada penelitian ini yaitu anggota masyarakat Desa Lebak Peniangan yang terdaftar di dalam Kartu Keluarga sebanyak 1500 KK. Sampel pada penelitian ini merupakan anggota masyarakat Desa Lebak Peniangan yang diambil berdasarkan kriteria inklusi dan Jumlah sampel ditentukan berdasarkan tabel Krejcie dan Morgan . yang sudah diketahui populasi sebelumnya sehingga didapatkan sampel minimum sebanyak 306 Sampel menggunakan teknik random sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah variabel bebas yaitu tingkat pengetahuan COVID-19 dan variabel terikat yaitu perilaku pencegahan COVID-19. Adapun data penelitian dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan COVID19 dan perilaku pencegahan COVID-19 yang telah di uji validitas dan reliabilitasnya terlebih dahulu oleh peneliti. Data yang telah didapatkan dari hasil pengumpulan observasi dan kuesioner, kemudian data tersebut diubah kedalam bentuk Peneliti menganalisis data univariat dan bivariat menggunakan SPSS 25. Data Bivariat dianalisis menggunakan Uji Chi Square yang terdapat di dalam Software SPSS 25. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik responden dikumpulkan sebagai data sekunder berupa usia, jenis kelamin, pendidikan terakhir dan pekerjaan. Distribusi responden berdasarkan karakteristik tersebut dapat dilihat pada tabel 1 dibawah ini. PUSLITBANG Sinergis Asa Professional. Jember p-ISSN 2721-4516 e-ISSN 2715-4432 Tabel 4. 1 Distribusi Responden Berdasarkan Usia. Jenis Kelamin. Pendidikan Terakhir dan Pekerjaan Jumlah Karakteristik Responden Jenis Kelamin Laki-Laki Perempuan Umur 17-25 Tahun 26-35 Tahun 36-45 Tahun 46-55 Tahun 56-65 Tahun Tingkat Pendidikan SMP SMA Jenis Pekerjaan IRT Petani Pedagang Wiraswasta Buruh/Karyawan/Kuli/Supir/Ojek 57 Dosen/PNS/Guru Mahasiswa/Pelajar Total Sumber : Data Sekunder . Tabel 4. 1 menunjukkan bahwa sebagian besar responden adalah berjenis kelamin perempuan dengan presentase sebesar 51. Hal ini menunjukkan secara umum responden perempuan memiliki pengetahuan lebih baik dari pada laki-laki. Perempuan secara psikologis lebih termotivasi dan lebih rajin dalam hal belajar dan bekerja dari pada laki-laki. Pada hasil penelitian ini perempuan cenderung memiliki pengetahuan lebih baik tentang pengetahuan COVID-19 daripada laki-laki. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan Aziz dan Mangestuti bahwa perempuan lebih tinggi dibanding laki-laki dalam hal tingkat kecerdasan intelektual yang diukur dengan tes Standard Progressive Matrices (SPM). Hal ini juga mungkin dapat disebabkan karena responden jenis kelamin perempuan lebih banyak waktu untuk mencari informasi tentang COVID-19. Umur responden sebagian besar berada pada rentang usia 17-25 tahun dengan presentase Usia 17-25 tahun merupakan usia dewasa muda. Dewasa muda mampu memecahkan masalah yang kompleks dengan ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. No. Pebruari 2021, hlm. kapasitas berfikir abstrak, logis, dan rasional. Sedangkan berdasarkan peran sosial, sebagai anggota masyarakat mereka pun terlihat dalam aktivitas-aktivitas social. Hasil penelitian sesuai dengat teori menurut pendapat Cropton. J . yang menyatakan bahwa usia produktif merupakan usia dewasa yang aktif dalam kegiatan sehingga mendukung dalam belajar dan mengingat informasi yang diperoleh. Tingkat pendidikan responden sebagaian besar yaitu SMA dengan presentase sebesar Pengetahuan bisa didapat selain melalui pendidikan formal dalam sekolah namun juga bisa diperoleh dari pendidikan nonformal di luar sekolah dan melalui pengalaman. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Mujiburrahman . dimana selain dari pendidikan formal, pengetahuan dapat diperoleh melalui orang lain maupun media massa antara lain majalah, televisi, surat kabar, dan radio. Seseorang dengan pendidikan rendah bukan berarti mutlak memiliki pengetahuan yang rendah pula. Menurut peneliti walaupun sebagian besar responden adalah mereka yang berpendidikan SMA namun responden memiliki pengetahuan terkait COVID-19 dengan baik. Responden penelitian mendapatkan informasi tidak hanya melalui pendidikan formal melainkan informal seperti dari menonton berita di televisi, informasi dari grup sosial media seperti WhatsApp. Tik Tok. Facebook. Youtube yang dapat diakses selama 24 jam dan dari kerabat maupun tetangga yang sering memberikan edukasi terkait dengan COVID19. Berdasarkan jenis pekerjaan, sebagian besar responden merupakan ibu rumah tangga dengan presentase sebesar 29. Pengetahuan dan pengalaman seseorang dipengaruhi oleh Saat pekerjaan lebih sering menggunakan otak, maka kemampuan otak terutama dalam menyimpan . aya inga. akan bertambah ketika sering dipakai sehingga Peneliti berasumsi bahwa responden yang tidak bekerja mungkin memiliki waktu luang yang banyak untuk mendapatkan informasi dari berbagai sumber seperti televisi, internet, sosial media maupun keluarga atau kerabat terdekat. Selain itu, penyuluhan oleh petugas kesehatan seringkali dihadiri oleh warga yang tidak Pengetahuan dan perilaku responden dalam penelitian ini dikategorikan ke dalam kategori Baik. Cukup dan Kurang. Tingkat PUSLITBANG Sinergis Asa Professional. Jember p-ISSN 2721-4516 e-ISSN 2715-4432 pengetahuan yang dimaksud pada penelitian ini adalah pengetahuan responden mengenai COVID-19 yang meliputi pengertian, penyebab, tanda dan gejala klinis, cara penularan, faktor resiko dan upaya pencegahannya bagaimana. Adapun Perilaku pencegahan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah perilaku atau perbuatan yang dilakukan oleh responden sebagai masyarakat untuk mencegah terjadinya COVID-19. Tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan COVID-19 responden dapat dilihat pada tabel 2. Tabel 4. 2 Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan dan perilaku pencegahan COVID19 pada masyarakat Jumlah Distribusi Frekuensi Tingkat Pengetahuan Baik Cukup Kurang Perilaku Pencegahan COVID-19 Baik Cukup Kurang Total Sumber : Data Primer . Berdasarkan tabel 4. 2, terdapat sebanyak 306 responden yang merupakan anggota masyarakat Desa Lebak Peniangan Kecamatan Rebang Tangkas Way Kanan Provinsi Lampung memiliki tingkat pengetahuan tentang COVID19 paling banyak dalam kategori baik . 3%). Menurut teori Model Pengetahuan. Sikap, dan Perilaku, pengetahuan merupakan faktor esensial yang dapat mempengaruhi perubahan perilaku, dan individu dapat memperoleh pengetahuan dan ketrampilan melalui proses Pengetahuan merupakan suatu unsur dalam membentuk perilaku diri seseorang. Pada dasarnya, perilaku individu ditentukan oleh pengetahuan individu itu sendiri. Pengetahuan adalah salah satu hal yang menjadi dasar untuk menangani kasus COVID-19 dalam menekan kesadaran dalam upaya pencegahan COVID19. Sumber informasi dapat diperoleh dari berbagai sumber sehingga seseorang lebih mudah untuk mengakses dan mempunyai ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. No. Pebruari 2021, hlm. p-ISSN 2721-4516 e-ISSN 2715-4432 pengetahuan yang luas. Pengetahuan tentang penyakit COVID-19 dan upaya pencegahannya yang didapatkan oleh responden berasal dari berbagai sumber, seperti televisi, handphone, penyuluhan atau pendidikan dan melalui Adanya informasi baru mengenai suatu hal dari media massa memberikan landasan kognitif baru bagi terbentuknya pengetahuan terhadap hal tersebut. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Mujiburrahman . kepada masyarakat di Dusun Potorono Banguntapan Bantul D. Yogyakarta bahwa . pengetahuan tentang COVID-19 dalam kategori Pengetahuan responden yang baik dipengaruhi berbagai aspek dari pada responden itu sendiri. Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Yehuda & Novita . dimana penelitian tersebut mengatakan bahwa pengetahuan masyarakat di SK 14/31 Kelurahan Batu Gantung. Nusaniwe. Kota Ambon tentang Covid-19 berada pada kategori tinggi . %) dan terdapat 48% masyarakat yang berada pada kategori sedang. Dari hasil penelitian yang telah diuraikan di atas, mayoritas anggota masyarakat Desa Lebak Peniangan Kecamatan Rebang Tangkas Way Kanan Provinsi Lampung memiliki pengetahuan tentang COVID-19 yang baik. Pengetahuan masyarakat tentang COVID-19 merupakan aspek yang paling penting dalam masa pandemik saat ini. Pengetahuan yang tepat dan tinggi dapat mempengaruhi perilaku seseorang dalam melakukan pencegahan terhadap infeksi COVID-19. Berdasarkan hasil Penelitian, anggota masyarakat Desa Lebak Peniangan Kecamatan Rebang Tangkas menunjukkan perilaku pencegahan yang paling banyak dilakukan oleh responden dalam kategori baik sebanyak 218 responden . 2%) dan paling sedikit responden memiliki perilaku kurang baik sebanyak 27 responden . 8%). Dari hasil tersebut diketahui perilaku masyarakat didominasi perilaku yang Bentuk perilaku yang ditunjukkan antara lain rajin m encuci tagan menggunakan sabun, kepatuhan dalam menjaga jarak dengan orang lain, jarang berpergian ke fasilitas umum atau berkumpul di keramaian, selalu menggunakan masker ketika keluar rumah dan mengganti pakaian serta mandi setelah dari berpergian dari Menurut teori Snehandu B. Karr bahwa terdapat lima determinan perilaku kesehatan diantaranya yang pertama adalah niat seseorang untuk bertindak sehubungan dengan kesehatan atau perawatan kesehatannya. Kedua yaitu dukungan sosial dari masyarakat sekitarnya. Didalam kehidupan bermasyarakat, perilaku seseorang cenderung memerlukan dukungan dari masyarakat sekitarnya. Apabila suatu perilaku tidak didukung oleh masyarakat sekitar, maka orang tersebut akan merasa tidak nyaman terhadap perilakunya tersebut. Ketiga adalah ada atau tidaknya informasi tentang kesehatan atau fasilitas kesehatan. Seseorang akan cenderung mengikuti suatu tindakan apabila ia mempunyai penjelasan yang lengkap tentang tindakan yang akan dilakukannya tersebut. Keempat yakni otonomi pribadi, yang bersangkutan dalam hal ini mengambil tindakan atau keputusan dan yang terakhir adalah situasi yang memungkinkan untuk bertindak atau tidak bertindak. Hal ini disebabkan untuk melakukan suatu tindakan apapun, diperlukan suatu kondisi dan situasi yang tepat. Kondisi dan situasi mempunyai pengertian yang luas, baik fasilitas yang tersedia maupun kemampuan yang ada. Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Mujiburrahman dkk, . masyarakat di Dusun Potorono Banguntapan Bantul D. Yogyakarta berperilaku cukup baik. Bentuk perilaku yang ditunjukkan antara lain kepatuhan dalam menjaga jarak saat di luar rumah, selalu mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer sebelum masuk rumah, toko/minimarket, atm dan fasilitas lainnya, taat menggunakan masker saat berpergian dan tidak bersentuhan atau salaman dengan oranglain. Salah satu cara yang efektif untuk membunuh kuman adalah dengan mencuci tangan sesuai standar WHO, diketahui virus COVID-19 bisa menempel pada bagian tubuh terutama tangan setelah memegang benda yang sudah terinfeksi oleh droplet. Kementerian Kesehatan penularan virus covid adalah melalui percikan air ludah pada benda. Oleh karena itu dalam penelitian ini, sebagaian responden mencuci tangan setelah memegang benda yang telah disentuh, baik sesudah makan maupun sebelum makan, dan melakukan kegiatan yang mengharuskan menyentuh area wajah. Berdasarkan kerangka konsep, analisis bivariat telah menguji hubungan satu persatu antara variabel bebas dengan variabel terikat. Variabel bebas adalah tingkat pengetahuan COVID-19. Analisis tabulasi silang digunakan PUSLITBANG Sinergis Asa Professional. Jember ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. No. Pebruari 2021, hlm. untuk mengetahui penyebaran dan frekuensi sehingga dapat terlihat hubungan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan COVID-19. Hasil tabulasi silang antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan COVID-19 disajikan dalam tabel 3 berikut ini: Tabel 4. 3 Analisa Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Perilaku Pencegahan COVID-19 Pada Masyarakat di Desa Lebak Peniangan Kecamatan Rebang Tangkas Way Kanan Provinsi Lampung Tahun 2021 Hasil Analisis Data Variabel p-value Hubungan Tingkat P=0,000 0,463 Pengetahuan dengan Perilaku Pencegahan Covid-19 Sumber : Data Primer . Berdasarkan uji yang dilakukan dengan SPPS didapatkan nilai p-value =0,000 dan nilai p alpha = 0,05, sehingga nilai p value < p alpha . 000 < 0. Hal ini menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada masyarakat di Desa Lebak Peniangan Kecamatan Rebang Tangkas Way Kanan Provinsi Lampung. Hasil pengetahuan yang baik dan perilaku pencegahan dengan baik sebanyak 218 . 2%). Hal ini menandakan bahwa pengetahuan merupakan faktor yang mendukung responden dalam melakukan suatu tindakan baik atau buruk sebagai upaya pencegahan suatu penyakit. Pengetahuan mengenai COVID-19 adalah responden yang mengetahui definisi, etiologi, manifestasi klinis COVID-19, cara pencegahan dan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah sebagai upaya pencegahan COVID19 sehingga responden cenderung berperilaku Hal tersebut sesuai dengan teori pembentukan perilaku, bahwa munculnya sebuah perilaku dilatarbelakangi oleh stimulus. Stimulus tersebut menghasilkan respon yang muncul dari dalam diri individu sebagai inner drive atau dorongan dari dalam. Inner drive kebutuhan dalam menghadapi lingkungan yang Pengetahuan merupakan salah satu stimulus dalam pembentukan perilaku tersebut. PUSLITBANG Sinergis Asa Professional. Jember p-ISSN 2721-4516 e-ISSN 2715-4432 Pengetahuan menjadi domain kognitif yang mendasari suatu tindakan dalam membentuk perilaku kesehatan. Penerapan perilaku pencegahan sebagai tindakan yang dilakukan atas dasar kesadaran. Perilaku didasari oleh pengetahuan dan kesadaran yang positif, maka perilaku tersebut akan bersifat langgeng . ong lastin. namun sebaliknya jika perilaku itu tidak didasari oleh pengetahuan dan kesadaran maka perilaku tersebut bersifat sementara atau tidak akan berlangsug lama. Hasil penelitian sejalan dengan penelitian Nurul Aula . yang menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku masyarakat tentang COVID-19 yang dimana dalam penelitian tersebut dari 144 responden yang diperoleh terdapat sebanyak 126 orang . ,9%) dengan tingkat pengetahuan yang baik memiliki perilaku pencegahan yang baik juga. Hal ini mendukunteori adaptasi yang menyatakan bahwa tingkat pengetahuan baik dapat mendorong seseorang untuk mempunyai tindakan yang baik pula. 14,15 Selain itu, penelitian ini sejalan juga dengan penelitian yang dilakukan oleh Purnamasari, . menunjukkan bahwa hasil pengetahuan masyarakat Kabupaten Wonosobo tentang Covid 19 berada pada kategori Baik . %) dan hanya 10% berada pada kategori Untuk perilaku masyarakat Kabupaten Wonosobo COVID-19 menggunakan masker, kebiasaan cuci tangan dan menjaga jarak menunjukkan perilaku yang baik sebanyak 95,8% dan hanya 4,2% masyarakat berperilaku cukup baik. Terdapat hubungan bermakna antara pengetahuan dengan perilaku masyarakat tentang Covid 19 dengan pvalue 0,047. Hasil penelitian ini diperkuat dengan penelitian yang dilakukan oleh Dyah, . bahwa responden dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 50 orang . %) yang berperilaku cukup baik dalam pencegahan COVID-19 sebanyak 23 . %) responden. Peneliti berpendapat bahwa pengetahuan dapat menentukan seseorang dalam berperilaku dikehidupan sehari-hari. Pada penelitian ini didapatkan ada beberapa masyarakat yang memiliki tingkat pengetahuan tentang COVID19 sudah baik namun dalam penerapan perilaku pencegahan COVID-19 didapatkan kurang baik . atau tidak sesuai dengan pemahamannya tentang COVID-19. Hal ini mungkin saja terjadi karena adanya pemahaman masyarakat yang belum sama mengenai upaya ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. No. Pebruari 2021, hlm. pencegahan COVID-19. Masyarakat tahu bahwa COVID-19 merupakan penyakit yang sudah menginfeksi jutaan jiwa di seluruh dunia, namun masyarakat kurang memiliki kesadaran dan pencegahan COVID-19 yaitu salah satunya menaati protokol kesehatan. Kepedulian dan kesadaran masyarakat untuk melakukan upaya pencegahan COVID-19 yang masih kurang tidak hanya merugikan diri sendiri namun keluarga dan orang lain. Dari hasil penelitian ini, anggota masyarakat Desa Lebak Peniangan Kecamatan Rebang Tangkas Way Kanan provinsi Lampung dikategorikan memiliki pengetahuan dan COVID-19 Pengetahuan dan perilaku yang baik merupakan langkah utama sebagai upaya pencegahan COVID-19 serta pencapaian pengendalian penyebaran COVID-19 p-ISSN 2721-4516 e-ISSN 2715-4432 UCAPAN TERIMAKASIH Terimakasih penulis ucapkan kepada Kepala kampung Desa Lebak peniangan beserta anggotanya yang telah memberikan izin penelitian kepada peneliti dan juga tentunya kepada anggota masyarakat desa Lebak Peniangan atas partisipasinya telah meluangkan waktu untuk menjadi responden pada penelitian IV. SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan COVID-19 pada masyarakat di Desa Lebak Peniangan Kecamatan Rebang Tangkas Way Kanan Provinsi Lampung Tahun 2021, peneliti menyimpulkan bahwa anggota masyarakat Desa Lebak Peniangan sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan dan perilaku pencegahan COVID-19 dalam kategori baik. Tingkat pencegahan COVID-19 memiliki hubungan yang bermakna dalam penelitian ini. Kedua variabel penelitian ini memiliki hubungan positif yang sedang dengan nilai r sebesar 0,463. Semakin baik tingkat pengetahuan masyarakat mengenai COVID-19 maka semakin baik juga upaya masyarakat untuk melakukan pencegahan terhadap COVID-19 di masa pandemik COVID19. Peneliti berharap masyarakat lebih aktif dalam mencari sumber informasi dari berbagai sumber mengenai COVID-19 sebagai bentuk upaya pencegahan terhadap COVID-19 dan memutus rantai penyebaran COVID-19 serta tetap mematuhi protokol kesehatan. Masyarakat Adapun bagi peneliti selanjutnya agar dapat memperbaiki dan mengantisipasi segala kelemahan yang ada dalam penelitian ini, serta diharapkan dapat mengembangkan penelitian selanjutnya, dengan menggunakan metode yang berbeda seperti teknik pengambilan sampel dan dilengkapi literatur yang lebih banyak. REFERENSI Purnamasari I. Raharyani AE. Tingkat Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat Kabupaten Wonosobo Tentang Covid-19. Ilm Kesehat [Interne. (Me. :33Ae42. Available https://ojs. id/index. php/jik/article/vi ew/1311/783 KEMENKES RI. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2019. Vol. Kementrian Kesehatan Repoblik Indonesia. 97Ae119 p. WHO. Coronavirus disease (COVID-2. situation reports. World Heal Organ. Ge Z yu. Yang L ming. Xia J jia. Fu X hui. Zhang Y zhen. Possible aerosol transmission of COVID-19 and special precautions in J Zhejiang Univ Sci B. :361Ae8. COVID-19 Kabupaten Way Kanan [Interne. ited 2021 Apr . Available from: https://covid19. Ramadhani T. Hasmiwati H. Yenita Y. Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap dengan Tindakan Masyarakat Terhadap Pencegahan Penyakit Chikungunya dan Vektornya di Nagari Saniang Baka. Kabupaten Solok. J Kesehat Andalas. :245. PSIKOLOGI-PERKEMBANGAN. Basuki K. OENo Title No Title. ISSN 2502-3632 ISSN 2356-0304 J Online Int Nas Vol 7 No1. Januari Ae Juni 2019 Univ 17 Agustus Jakarta [Interne. :1689Ae99. Available Santoso P. Setyowati N. Hubungan tingkat pengetahuan masyarakat dengan tindakan preventif covid-19. J Keperawatan Jiwa. :565Ae70. Wati PDCA. Ridlo IA. Hygienic and Healthy Lifestyle in the Urban Village of Rangkah Surabaya. PROMKES. :47. Mujiburrahman. Riyadi. Ningsih. Pengetahuan Berhubungan PUSLITBANG Sinergis Asa Professional. Jember ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. No. Pebruari 2021, hlm. p-ISSN 2721-4516 e-ISSN 2715-4432 Peningkatan Perilaku Pencegahan COVID19 di Masyarakat. J Keperawatan Terpadu [Interne. :130Ae40. Available from: http://w. com/locate/scp Aulia Faris Akbar. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.